Belajar dari yang
sudah terjadi.
Membedah apa yang berjalan baik dan apa yang salah — dari kegagalan maupun keberhasilan — agar ke depan bisa lebih baik.
Analisis Mendalam
Root cause 4 lapis, bukan sekadar rangkuman berita.
Sumber Terverifikasi
Tiap klaim punya link verifikasi ke sumber asli.
Insight Actionable
Pelajaran konkret yang bisa diterapkan founder.
Kasus yang Tersedia
Evermos (PT Evermos Teknologi Nusantara)
Evermos adalah platform connected commerce berbasis reseller terbesar di Indonesia, didirikan November 2018 di Bandung oleh Ghufron Mustaqim, Iqbal Muslimin, Arip Tirta, dan Ilham Taufiq. Nama Evermos merupakan singkatan dari Everyday Need for Every Moslem — mencerminkan fokusnya pada produk halal dan kebutuhan komunitas Muslim Indonesia yang merupakan 86,7% populasi. Model bisnisnya unik: reseller tidak perlu membeli stok barang. Mereka cukup memasarkan produk dari katalog Evermos ke lingkaran sosial (keluarga, tetangga, teman) melalui WhatsApp dan media sosial. Evermos menangani inventori, logistik, dan layanan pelanggan. Model ini secara efektif menghilangkan hambatan modal bagi siapa pun yang ingin berwirausaha — terutama perempuan di kota tier-2 dan tier-3. Hingga 2024, Evermos telah memberdayakan lebih dari 1,1 juta reseller aktif (86% perempuan), bermitra dengan 6.400+ UMKM, dan membangun 2.100+ komunitas reseller di seluruh Indonesia. Platform ini menawarkan 56.000+ produk halal terkurasi dari 900+ merek lokal. Pendapatan rata-rata reseller Evermos (Rp 3.785.365/bulan) melampaui rata-rata pendapatan nasional (Rp 3.040.000 menurut BPS Februari 2024). Evermos telah mengumpulkan total pendanaan sekitar US$78,25 juta dari investor global termasuk IFC (World Bank Group), Jungle Ventures, UOB Venture Management, Shunwei Capital, dan Telkomsel Mitra Inovasi. Pendanaan Seri C senilai US$39 juta pada Mei 2023 dipimpin oleh IFC — menandai kepercayaan lembaga keuangan pembangunan internasional terhadap model bisnis Evermos. Pengakuan internasional datang bertubi-tubi: Nikkei Asia Award (2023 dan 2024), Forbes Asia 100 to Watch, anggota World Economic Forum Global Innovators, pemenang UN Women WEPs Awards 2024, dan SEAL Business Sustainability Award 2025. Pada Juni 2024, Evermos mengumumkan rencana IPO dalam dua tahun ke depan dengan target EBITDA positif Q4 2024. Namun perjalanan Evermos tidak tanpa tantangan berat. Pada Januari 2026, perusahaan melakukan PHK massal terhadap ~220 karyawan (~40% staf), menutup unit bisnis yang tidak menguntungkan, dengan alasan tech winter berkepanjangan dan melemahnya daya beli konsumen Indonesia. PHK ini menimbulkan pertanyaan tentang timeline IPO yang sebelumnya diumumkan. Meski demikian, Evermos tetap menjalin kemitraan strategis — termasuk dengan ILO (International Labour Organization) untuk pelatihan kewirausahaan digital bagi kelompok rentan, dan integrasi produk UMKM ke MyTelkomsel Super App. Pelajaran utama Evermos: akses pasar yang adil bisa dibangun dengan model zero-inventory reseller; fokus pada segmen underserved (perempuan, kota kecil, produk halal) bukan batasan tapi keunggulan kompetitif; dan dampak sosial yang terukur menarik investor institusional kelas dunia.
Pinterest, Inc.
Pinterest adalah platform visual discovery asal Amerika Serikat yang didirikan pada 2010 oleh Ben Silbermann, Paul Sciarra, dan Evan Sharp. Bermula dari aplikasi katalog belanja bernama Tote yang gagal secara komersial, Silbermann menyadari bahwa pengguna lebih tertarik mengoleksi dan membagikan gambar inspirasi daripada langsung membeli — insight ini melahirkan Pinterest. Platform ini memungkinkan pengguna menyimpan gambar ('Pin') ke papan koleksi ('Board') untuk perencanaan dan inspirasi: dari dekorasi rumah, resep, fashion, hingga pernikahan. Berbeda dari media sosial lain yang berfokus pada perhatian (attention) dan interaksi sosial, Pinterest dibangun di atas niat (intent) — pengguna datang dengan rencana masa depan, bukan untuk melihat apa yang dilakukan teman. Positioning unik ini menjadikan Pinterest salah satu platform digital paling menarik bagi pengiklan karena sinyal niat beli yang kuat. Pinterest IPO di NYSE pada April 2019 dengan harga US$19/saham, valuasi US$10 miliar. Perusahaan mengalami lonjakan pengguna selama pandemi COVID-19 (mencapai 478 juta MAU di Q1 2021), diikuti penurunan tajam pasca-pandemi yang memukul harga saham dari puncak US$89 ke bawah US$20. Titik balik terjadi saat co-founder Ben Silbermann mengakui keterbatasannya dan menyerahkan kursi CEO kepada Bill Ready (ex-Google, ex-PayPal) pada Juni 2022. Di bawah Ready, Pinterest bertransformasi menjadi platform commerce dan advertising yang lebih matang — meluncurkan Direct Links, Performance+ (AI-powered ad suite), dan kemitraan dengan Amazon. Hasilnya: revenue rekor US$4,2 miliar di 2025 (+16% YoY), GAAP net income US$417 juta, adjusted EBITDA US$1,27 miliar, dan 619 juta MAU. Di Q1 2026, revenue menembus US$1 miliar untuk kuartal ketiga berturut-turut dengan 631 juta MAU. Namun perjalanan Pinterest tidak mulus — perusahaan menghadapi gugatan diskriminasi gender senilai US$22,5 juta (2020), kepergian dua co-founder, PHK 15% karyawan untuk pivot ke AI (Januari 2026), dan kontroversi pemecatan engineer yang membuat layoff tracker internal. Elliott Management menunjukkan kepercayaan dengan investasi US$1 miliar di Maret 2026, disertai program buyback US$3,5 miliar. Pinterest membuktikan bahwa platform yang dibangun di atas niat pengguna — bukan sekadar perhatian — bisa menjadi bisnis iklan miliaran dolar yang profitabel, asalkan founder cukup rendah hati untuk mendatangkan pemimpin yang tepat di fase yang tepat.
monday.com Ltd. (MNDY)
monday.com adalah platform manajemen kerja (Work OS) asal Israel yang didirikan pada 2012 oleh Roy Mann, Eran Zinman, dan Eran Kampf. Awalnya bernama daPulse, produk ini lahir sebagai tool internal di Wix.com untuk mengatasi tantangan komunikasi dan transparansi saat perusahaan tumbuh pesat. Setelah menyadari potensinya yang lebih luas, daPulse dipecah menjadi startup mandiri pada 2012 dengan Wix sebagai pelanggan pertama. Produk diluncurkan secara komersial pada 2014 dari sebuah apartemen kecil di Tel Aviv dengan hanya 6 pelanggan awal. Banyak investor awal meremehkan produk mereka sebagai 'Excel berwarna-warni', menjadikan pencarian pendanaan sulit. Namun keputusan rebranding dari daPulse ke monday.com pada November 2017 menjadi titik balik krusial — pelanggan melonjak dari 18.000 menjadi lebih dari 127.000. Strategi pemasaran agresif termasuk iklan Super Bowl 2022, billboard di kota-kota besar AS, dan investasi konten digital membantu mendorong pertumbuhan. Perusahaan IPO di NASDAQ pada Juni 2021, mengumpulkan US$574 juta pada valuasi US$6,8 miliar — menjadikan kedua co-CEO sebagai miliarder dan membuktikan bahwa perusahaan teknologi Israel bisa tumbuh besar tanpa pindah ke Silicon Valley. Revenue tumbuh dari US$7 juta (2017) menjadi US$1,2 miliar (2025), dengan profitabilitas non-GAAP dan free cash flow US$296 juta pada 2024. Namun per 2026, monday.com menghadapi tantangan eksistensial: harga saham anjlok ~80% dari puncak akibat fenomena 'SaaSpocalypse' — kekhawatiran bahwa AI agent akan mendisrupsi model bisnis SaaS berbasis seat. Perusahaan merespons dengan pivot agresif ke AI Work Platform, meluncurkan monday agents, mengakuisisi One AI, dan beralih ke model pricing seats-plus-credits. Dengan 225.000+ pelanggan, 2.500+ karyawan, dan revenue US$1,47 miliar yang diproyeksikan untuk 2026, monday.com tetap menjadi kisah sukses startup Israel — meski babak berikutnya akan ditentukan oleh kemampuannya bertransformasi di era AI.
Quirky (PT Quirky Inc. — Platform Crowdsourcing Invensi)
Quirky adalah startup platform crowdsourcing invensi asal New York yang didirikan pada 2009 oleh Ben Kaufman saat berusia 22 tahun. Visinya ambisius: mendemokratisasi penemuan produk. Siapa pun bisa mengirimkan ide produk ke komunitas Quirky; komunitas memilih ide terbaik melalui voting, lalu Quirky yang mendesain, mematenkan, memproduksi, memasarkan, dan menjual produk tersebut — penemu mendapat bagian royalti. Dalam beberapa tahun, Quirky membangun komunitas lebih dari 1,1 juta anggota, mengomersialisasikan lebih dari 100 produk dari total ~400 yang diproduksi, dan menghimpun US$185 juta pendanaan dari investor kelas atas seperti Andreessen Horowitz, Kleiner Perkins Caufield & Byers, Norwest Venture Partners, RRE Ventures, dan General Electric (GE). Kemitraan strategis dengan GE pada 2013 — termasuk investasi US$30 juta dan akses ke perpustakaan paten industri GE — melahirkan lini produk smart home seperti Aros (AC pintar) dan platform Wink (hub rumah pintar). Home Depot setuju menjual semua produk hasil kolaborasi ini di 2.000 tokonya. Quirky tampak berada di puncak. Namun di balik ambisi itu, model bisnisnya membakar kas secara masif. Berbeda dari Kickstarter yang hanya menyediakan platform (risiko ada di kreator/backer), Quirky menanggung seluruh rantai — dari desain hingga inventori. Banyak produk mahal untuk dikembangkan tetapi gagal di pasar: speaker Bluetooth seharga US$400.000 untuk dikembangkan hanya terjual 28 unit; roda remote control seharga US$800.000 tidak pernah sampai ke rak toko; 'smart egg tray' seharga US$80 menjadi bahan ejekan. Masalah intinya: voting komunitas bukan validasi pasar — orang yang mengklik 'suka' pada sebuah ide berbeda dari orang yang mau mengeluarkan uang untuk membelinya. Pada Juli 2015, Kaufman mengakui secara terbuka di konferensi Fortune Brainstorm Tech bahwa Quirky kehabisan uang. Pada 31 Juli 2015, ia mengundurkan diri sebagai CEO setelah mem-PHK 109 karyawan. Pada 22 September 2015, Quirky mengajukan Chapter 11 bankruptcy di Pengadilan Kepailitan AS, Distrik Selatan New York. Aset perusahaan dijual: Wink ke Flextronics seharga US$15 juta, dan sisanya ke Q Holdings seharga US$4,7 juta. Upaya relaunch oleh Q Holdings pada 2017 dengan model lisensi gagal mendapatkan momentum. Platform akhirnya tidak aktif. Kaufman sendiri bergabung dengan BuzzFeed (2016) lalu mendirikan CAMP, jaringan toko retail pengalaman keluarga (2018). Pelajaran utama Quirky: crowdsourcing adalah alat, bukan model bisnis. Validasi pasar yang sesungguhnya — apakah konsumen mau membayar — tidak bisa digantikan oleh voting komunitas. Dan menjalankan bisnis hardware fisik end-to-end (desain → produksi → distribusi) membutuhkan fokus dan disiplin modal yang tidak bisa diskalakan dengan menambah jumlah produk.
Calendly LLC
Calendly adalah platform penjadwalan online yang didirikan pada 2013 oleh Tope Awotona, seorang imigran Nigeria di Atlanta, Georgia. Bermula dari frustrasi pribadi saat menjadwalkan rapat yang berujung pada rantai email bolak-balik, Awotona menginvestasikan seluruh tabungan hidupnya — termasuk mencairkan dana pensiun 401(k) dan memaksimalkan kartu kredit — untuk membangun solusi penjadwalan yang sederhana dan elegan. Sebelum Calendly, Awotona gagal di tiga startup: situs kencan, toko online proyektor, dan toko alat kebun/grill. Kegagalan beruntun ini mengajarkan pelajaran krusial: jangan mengejar uang, kejar masalah yang benar-benar ingin kamu pecahkan. Calendly diluncurkan dari Atlanta Tech Village dan tumbuh secara organik lewat loop viral bawaan: setiap kali seseorang mengirim tautan Calendly, penerima secara otomatis terekspos pada produk. Hasilnya, Calendly menghabiskan nyaris nol dolar untuk pemasaran kampanye — pertumbuhan didorong sepenuhnya oleh aktivitas pengguna di platform. Awotona mem-bootstrap Calendly selama delapan tahun sebelum menerima investasi eksternal pertama yang signifikan: putaran Series B senilai US$350 juta pada Januari 2021 yang dipimpin OpenView Venture Partners dan ICONIQ Capital, menilai perusahaan di US$3 miliar. Sebelumnya, satu-satunya pendanaan institusional adalah seed round US$550.000 dari Atlanta Ventures pada 2014. Per akhir 2023, Calendly mencapai ~US$276 juta ARR (naik dari ~US$100 juta di 2021), melayani lebih dari 20 juta pengguna di lebih dari 100.000 perusahaan, termasuk 86% perusahaan Fortune 500. Calendly menguasai sekitar 53% pangsa pasar penjadwalan AS dan ~21% secara global. Namun, perjalanan tidak mulus. Calendly melakukan dua putaran PHK pada 2023-2024 (~130 karyawan total), menghadapi persaingan dari Big Tech (Google dan Microsoft yang menambahkan fitur penjadwalan native), serta tekanan dari kompetitor seperti Cal.com (open source), Chili Piper (sales routing), dan SavvyCal. Kenaikan harga dan penghapusan dukungan Apple Calendar pada 2024 memicu backlash pengguna. Pelajaran utama Calendly: produk yang memecahkan masalah universal dengan kesederhanaan radikal dan viralitas bawaan bisa tumbuh menjadi bisnis miliaran dolar dengan pemasaran minimal; bootstrapping memaksakan disiplin yang menjadi keunggulan kompetitif; dan founder yang gagal berulang kali namun belajar dari setiap kegagalan memiliki peluang lebih besar untuk akhirnya berhasil.
Zenefits (YourPeople, Inc.)
Zenefits adalah startup HR-tech asal San Francisco yang didirikan pada 2013 oleh Parker Conrad (CEO) dan Laks Srini (CTO). Platform berbasis cloud-nya menawarkan pengelolaan tunjangan karyawan, payroll, dan administrasi HR secara gratis bagi usaha kecil-menengah (UKM) — dengan model bisnis mengandalkan komisi dari penjualan asuransi kesehatan sebagai broker. Zenefits tumbuh secara eksplosif: dalam dua tahun sejak peluncuran, perusahaan meraih valuasi US$4,5 miliar (Mei 2015) setelah menghimpun total ~US$598 juta dari investor kelas dunia termasuk Andreessen Horowitz, Fidelity Investments, TPG Capital, dan Founders Fund. Dengan ~1.600 karyawan dan pendapatan tahunan ~US$50 juta, Zenefits disebut sebagai perusahaan SaaS dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah. Namun di balik pertumbuhan itu, budaya 'growth-at-all-costs' membuahkan pelanggaran serius. Parker Conrad menciptakan sebuah program software (macro) yang memungkinkan karyawan penjualan memanipulasi kursus pelatihan lisensi broker asuransi di California — membuat mereka tampak menyelesaikan 52 jam pelatihan wajib padahal tidak. Investigasi BuzzFeed News pada November 2015 mengungkap bahwa Zenefits membiarkan karyawan tanpa lisensi menjual asuransi kesehatan di setidaknya tujuh negara bagian. Skandal ini memicu pengunduran diri Conrad pada Februari 2016 lewat rapat darurat dewan direksi. David Sacks (eks-PayPal) mengambil alih sebagai CEO, melarang alkohol di kantor, dan memangkas 17% karyawan. Hukuman regulasi bertubi-tubi: denda US$7 juta dari California Department of Insurance (November 2016), US$1,2 juta dari New York DFS (April 2017), dan ~US$980.000 dari SEC atas tuduhan menyesatkan investor (Oktober 2017) — menjadikan Zenefits startup unicorn pertama yang didenda SEC. Valuasi dipangkas lebih dari separuh menjadi US$2 miliar (Juni 2016), dan investor utama (TPG, Fidelity, Andreessen Horowitz) mendapat kompensasi berupa peningkatan kepemilikan dari 11% menjadi 25% sebagai ganti melepaskan hak gugatan. Setelah tiga gelombang PHK massal — termasuk pemangkasan 45% tenaga kerja (430 orang) pada Februari 2017 saat Jay Fulcher menggantikan Sacks sebagai CEO — Zenefits berusaha membangun kembali sebagai perusahaan SaaS murni. Namun momentum sudah hilang. Pada Maret 2021, firma private equity Francisco Partners mengambil kendali, dan pada Februari 2022, TriNet mengakuisisi Zenefits (nilai transaksi tidak diungkap, namun dipastikan jauh di bawah valuasi puncak). TriNet kemudian menyerap Zenefits sebagai anak perusahaan dan secara bertahap menghentikan produk HRIS mandiri Zenefits. Catatan: Parker Conrad mendirikan startup baru, Rippling, hanya dua bulan setelah pengunduran dirinya. Rippling kini bernilai ~US$16,8 miliar (2025) — menjadi salah satu kisah redemption paling dramatis di dunia startup.
Tailscale Inc.
Tailscale adalah perusahaan software jaringan asal Kanada yang didirikan pada 2019 oleh empat mantan engineer Google: Avery Pennarun, David Crawshaw, David Carney, dan Brad Fitzpatrick. Produknya — mesh VPN berbasis WireGuard yang zero-config — mengubah cara perusahaan mengelola konektivitas jaringan dengan menghilangkan kompleksitas VPN tradisional. Diluncurkan April 2020 tepat saat pandemi COVID-19 memaksa jutaan pekerja bekerja dari rumah, timing ini menjadi katalis pertumbuhan organik yang luar biasa. Tailscale tumbuh melalui product-led growth yang didorong oleh developer — pengguna mencobanya untuk proyek personal (Raspberry Pi, homelab), lalu membawanya ke tempat kerja. Dalam lima tahun, perusahaan ini meraih status unicorn dengan valuasi US$1,5 miliar setelah putaran Series C senilai US$160 juta yang dipimpin Accel pada April 2025. Per pertengahan 2026, Tailscale memiliki lebih dari 20.000 pelanggan bisnis berbayar, lebih dari satu juta pengguna aktif bulanan, dan ARR sekitar US$45 juta. Tailscale menduduki peringkat ke-14 di daftar Deloitte Technology Fast 50 Kanada dengan pertumbuhan pendapatan 3.299% selama tiga tahun. Klien AI terkemuka seperti Mistral, Hugging Face, Cohere, Groq, dan Perplexity menggunakan Tailscale untuk menghubungkan infrastruktur GPU multi-cloud mereka. Pada 2026, Tailscale meluncurkan Aperture — gateway untuk mengamankan dan mengelola penggunaan AI agent di perusahaan — menandai ekspansi dari mesh VPN ke platform keamanan AI yang lebih luas.
Desktop Metal, Inc.
Desktop Metal adalah perusahaan manufaktur aditif (3D printing logam) asal Amerika Serikat yang didirikan pada Oktober 2015 oleh tujuh co-founder, termasuk empat profesor MIT. Perusahaan ini menjanjikan revolusi pencetakan 3D logam untuk produksi massal melalui teknologi binder jetting yang diklaim 100x lebih cepat dari pencetakan laser tradisional. Dengan dukungan investor blue-chip — Google Ventures, Ford Motor, Koch Industries, Kleiner Perkins, NEA — Desktop Metal menjadi 'perusahaan tercepat dalam sejarah AS yang mencapai valuasi unicorn', hanya dua tahun setelah didirikan. Total pendanaan pra-IPO mencapai ~US$438 juta. Pada Desember 2020, Desktop Metal melantai di NYSE melalui merger SPAC dengan Trine Acquisition Corp pada valuasi US$2,5 miliar, menghimpun ~US$575 juta. Harga saham melonjak hingga ~$35 per lembar (kapitalisasi pasar ~US$5 miliar) pada Februari 2021. Dibanjiri uang tunai dan saham yang dinilai tinggi sebagai mata uang akuisisi, perusahaan melancarkan aksi akuisisi agresif: enam perusahaan dibeli dalam 12 bulan — termasuk ExOne (US$561 juta) dan EnvisionTEC (US$300 juta) — menghabiskan hampir US$1 miliar tanpa rencana integrasi yang memadai. Namun pendapatan tak pernah mendekati proyeksi SPAC yang menargetkan US$1 miliar pada 2025. Pendapatan puncak hanya US$209 juta (2022), sementara kerugian bersih GAAP menembus US$740 juta di tahun yang sama — termasuk US$499 juta penurunan nilai goodwill yang mengonfirmasi akuisisi-akuisisi itu menghancurkan nilai. Serial PHK dimulai Juni 2022 (12% tenaga kerja), diikuti putaran kedua Februari 2023 (15%), dan ketiga Januari 2024 (20%). Upaya merger senilai US$1,8 miliar dengan Stratasys (Mei 2023) ditolak mentah-mentah oleh 78,6% pemegang saham Stratasys. Pada Juli 2024, CEO Ric Fulop — yang bulan-bulan sebelumnya masih menyatakan 'perusahaan kami tidak dijual' — mengakui 'prognosis fatal' jika akuisisi oleh Nano Dimension (US$179,3 juta) gagal. Setelah drama hukum panjang, pengadilan Delaware memaksa Nano menyelesaikan akuisisi pada April 2025. Namun hanya 117 hari kemudian, Desktop Metal mengajukan Chapter 11 setelah Nano menolak mendanai operasinya lebih lanjut. Aset inti AS dijual seharga US$7 juta ke Arc Impact; anak perusahaan asing dijual US$10 juta ke Anzu Partners. Proses kebangkrutan selesai dalam 64 hari. Dari valuasi puncak ~US$5 miliar ke likuidasi US$17 juta — penghancuran nilai sebesar 99,7%. Desktop Metal menjadi simbol bahaya SPAC sebagai jalur IPO prematur, akuisisi agresif tanpa integrasi, dan teknologi deep tech yang dipaksa skalanya dengan uang sebelum benar-benar siap untuk produksi massal.
Toss (Viva Republica Inc.)
Toss adalah platform super app keuangan asal Korea Selatan yang dioperasikan oleh Viva Republica Inc. Didirikan pada 2013 oleh Lee Seung-gun, seorang mantan dokter gigi yang meninggalkan kariernya di rumah sakit afiliasi Samsung untuk terjun ke dunia startup. Sebelum menemukan Toss, Lee mengalami delapan kegagalan bisnis berturut-turut dalam lima tahun. Ide Toss lahir dari frustrasi pribadi: transfer uang antar-bank di Korea Selatan saat itu membutuhkan proses rumit dengan sertifikat digital, security card fisik, dan belasan langkah verifikasi. Lee membangun layanan transfer uang peer-to-peer yang menyederhanakan proses ini menjadi beberapa ketukan saja — meskipun secara teknis layanan semacam itu belum legal di Korea saat itu. Setelah satu tahun melobi regulator, Financial Services Commission akhirnya melonggarkan aturan pada 2015, dan Toss diluncurkan resmi. Sejak itu, Toss berkembang dari layanan transfer sederhana menjadi super app keuangan dengan ekosistem lebih dari 100 layanan — termasuk Toss Bank (bank digital ketiga Korea), Toss Securities (sekuritas), Toss Insurance (asuransi), dan Toss Payments (pembayaran). Per 2025, Toss memiliki lebih dari 30 juta pengguna terdaftar (sekitar 60% populasi Korea Selatan) dengan 25 juta pengguna aktif bulanan. Pada 2024, Viva Republica mencatat revenue konsolidasi KRW 1,96 triliun (US$1,4 miliar) — naik 43% year-on-year — dan untuk pertama kalinya sejak berdiri meraih laba bersih KRW 21,3 miliar (US$15 juta), berbalik dari rugi KRW 216,6 miliar di tahun sebelumnya. Di semester pertama 2025, revenue tumbuh 35% menjadi lebih dari KRW 1,2 triliun dengan laba operasi melonjak 270%. Toss kini bersiap untuk IPO di bursa AS yang direncanakan pada 2026, dengan target valuasi di atas US$10 miliar dan potensi penggalangan dana US$2-3 miliar — yang akan menjadi IPO terbesar oleh perusahaan Korea Selatan di AS sejak Coupang pada 2021. Pada Mei 2026, Fair Trade Commission menunjuk Viva Republica sebagai 'publicly disclosed business group' (konglomerat dengan aset di atas KRW 5 triliun), menjadikan Toss konglomerat fintech pertama di Korea.
Mojocare (PT Mojocare Health Indonesia)
Mojocare adalah startup healthtech asal Bengaluru, India, yang didirikan pada 2020 oleh Ashwin Swaminathan (eks penasihat investasi di Chiratae Ventures) dan Rajat Gupta (eks VP Marketing di Mobile Premier League/MPL). Platform ini menawarkan layanan kesehatan dan wellness terpersonalisasi secara D2C (direct-to-consumer) — mencakup sexual wellness, perawatan rambut, manajemen berat badan, kesehatan mental, dan wellness perempuan — dengan model 'neo-clinic' yang menggabungkan konsultasi dokter, produk, dan layanan digital. Mojocare menghimpun total pendanaan sekitar US$26,8 juta dalam tiga putaran: seed round ~US$3 juta (Oktober 2020) dari Chiratae Ventures dan Surge (Peak XV Partners), lalu Series A US$20,6 juta (Agustus 2022) dipimpin B Capital dengan partisipasi Chiratae, Surge, Better Capital, dan sejumlah angel investor terkemuka (Kunal Shah/CRED, Vineet Jain/Times Group, Ankit Nagori/Curefoods). Mojocare mengklaim pertumbuhan pendapatan 38 kali lipat di FY22 — dari INR 32 lakh menjadi INR 12,12 crore — yang menarik perhatian investor. Namun pada Mei 2023, kurang dari setahun setelah Series A, kedua pendiri mengaku kepada dewan direksi bahwa mereka telah memalsukan angka pendapatan: melakukan round-tripping dana melalui inventaris yang dijual ke perusahaan milik kerabat mereka, membuat faktur palsu, dan menginflasi revenue dalam presentasi internal kepada investor. Pengakuan ini dipicu oleh audit Deloitte yang sedang berjalan dan diyakini akan mengungkap manipulasi tersebut. Dampaknya brutal dan cepat: investor (Chiratae, B Capital, Peak XV) membekukan seluruh dana perusahaan, mencabut kewenangan eksekutif pendiri, dan menugaskan Deloitte melakukan audit forensik lengkap. Mojocare mem-PHK sekitar 170 karyawan (80% tenaga kerja) secara mendadak — email dan Slack ID dinonaktifkan tanpa pemberitahuan — termasuk penutupan kantor Kolkata yang menimpa 40-45 karyawan. Laporan forensik final Deloitte mengkonfirmasi inflasi pendapatan dan penjualan, meski tidak menemukan bukti penggelapan dana untuk kepentingan pribadi pendiri. Pada Juli 2023, dewan direksi memfinalisasi rencana wind-down (penutupan operasi) dan pengembalian sisa modal (~INR 80-100 crore / ~US$12 juta) kepada investor setelah menyelesaikan kewajiban vendor. Stakeholder juga mempertimbangkan tindakan hukum terhadap pendiri. Mojocare menjadi bagian dari gelombang skandal tata kelola startup India yang mencakup BharatPe, GoMechanic, Zilingo, dan lainnya — menyoroti kelemahan due diligence investor, lemahnya pengawasan dewan, dan tekanan 'growth-at-all-costs' yang mendorong pendiri memalsukan metrik demi menarik pendanaan berikutnya.
Coinbase Global, Inc.
Coinbase adalah bursa kripto terbesar di Amerika Serikat dan salah satu yang terbesar di dunia, didirikan pada 2012 oleh Brian Armstrong (mantan engineer Airbnb) dan Fred Ehrsam (mantan trader Goldman Sachs). Bermula dari ide sederhana — membuat tempat yang bersih dan aman untuk membeli Bitcoin — Coinbase tumbuh menjadi infrastruktur finansial kripto yang melayani lebih dari 100 juta pengguna di lebih dari 100 negara. Perusahaan ini mencetak sejarah pada April 2021 sebagai bursa kripto pertama di dunia yang go public melalui direct listing di Nasdaq dengan valuasi pembukaan US$85 miliar. Perjalanannya tidak mulus: Coinbase selamat dari beberapa 'crypto winter', memotong ~2.100 karyawan dalam dua gelombang PHK (2022-2023), dan menghadapi gugatan SEC pada Juni 2023 yang baru diselesaikan pada Februari 2025 tanpa denda. Namun ketahanannya terbukti: pendapatan naik 113% menjadi US$6,2 miliar pada 2024 dengan laba bersih US$2,5 miliar, dan pada Mei 2025 Coinbase menjadi perusahaan kripto pertama yang masuk indeks S&P 500. Coinbase kini menjadi kustodian utama untuk mayoritas ETF Bitcoin spot (termasuk BlackRock IBIT), mengoperasikan Base (jaringan Layer 2 Ethereum terbesar kedua), memiliki kemitraan strategis dengan Circle untuk stablecoin USDC, dan mengakuisisi Deribit senilai US$2,9 miliar untuk menjadi platform derivatif kripto terlengkap. Di balik semua pencapaian, Brian Armstrong dikenal karena filosofi 'mission-focused company' — menolak aktivisme politik di kantor, dan secara agresif melobi regulasi pro-kripto melalui Stand With Crypto dan PAC Fairshake yang menyalurkan lebih dari US$245 juta dalam siklus pemilu 2024.
Cazoo Group Ltd
Cazoo adalah platform jual-beli mobil bekas online asal Inggris yang didirikan pada 2018 oleh Alex Chesterman — serial entrepreneur yang sebelumnya membangun LoveFilm (dijual ke Amazon seharga £200 juta) dan Zoopla (dijual seharga £2,2 miliar). Dengan reputasi founder dan dukungan investor besar, Cazoo menghimpun lebih dari £1,4 miliar (US$1,8 miliar) melalui pendanaan ventura dan merger SPAC dengan Ajax I (dipimpin investor hedge fund Dan Och) di New York Stock Exchange pada Agustus 2021, mencapai valuasi US$8 miliar. Visi Cazoo sederhana: menjadi 'Amazon untuk mobil bekas' di Eropa — konsumen memilih mobil secara online, mobil diantar ke rumah, dengan garansi 7 hari untuk dikembalikan jika tidak puas. Model ini terinspirasi Carvana di AS. Namun berbeda dengan Carvana yang akhirnya berhasil bertahan dan recover, Cazoo melakukan ekspansi terlalu agresif: dalam satu tahun pasca-IPO, perusahaan mengakuisisi lima perusahaan di Eropa (Cluno di Jerman, Swipcar di Spanyol, brumbrum di Italia) dan menggelontorkan puluhan juta pound untuk sponsorship Premier League (Everton FC dan Aston Villa) untuk membangun brand awareness. Ketika pasar berbalik pada 2022 — suku bunga naik, inflasi melonjak, dan harga mobil bekas turun — Cazoo terperangkap dengan burn rate yang tidak berkelanjutan. Kerugian mencapai £704 juta pada 2022 meskipun revenue naik 91% menjadi £1,25 miliar. Perusahaan melakukan retreat dari seluruh operasi Eropa pada September 2022 (750 karyawan di-PHK), melakukan dua reverse stock split (kumulatif 1:2000) untuk menghindari delisting NYSE, dan memangkas ribuan karyawan di Inggris. Alex Chesterman mundur sebagai CEO pada Januari 2023 dan meninggalkan perusahaan pada Desember 2023. Pada Maret 2024, Cazoo menghentikan penjualan mobil sepenuhnya dan berusaha pivot menjadi marketplace iklan dealer — terlalu sedikit, terlalu terlambat. Pada 21 Mei 2024, Cazoo masuk administration (prosedur insolvensi Inggris). Brand Cazoo kemudian dibeli oleh Motors (platform listing mobil) seharga yang tidak diungkapkan pada Juni 2024. Dari valuasi US$8 miliar ke saham yang bernilai nol dalam kurang dari tiga tahun — Cazoo menjadi salah satu simbol terbesar gelembung SPAC era 2021, dan pelajaran tentang bahaya ekspansi tanpa unit economics yang sehat, bahkan di tangan founder berpengalaman.