Konten disusun AI — bisa keliru. Baca disclaimer lengkap
Sentimen Publik
Zomato (sekarang Eternal Limited)
Sentimen mengukur persepsi publik, bukan fakta hukum. Baca metodologi untuk batasan dan bias yang diakui.
Media bisnis India dan global (TechCrunch, Business Standard, Nikkei Asia, Bloomberg) meliput Zomato/Eternal dengan nada mayoritas positif pasca-2023, mengikuti narasi 'turnaround dari perusahaan rugi ke profitable, akuisisi kontroversial yang terbukti jenius.' Goldman Sachs menilai Blinkit di US$13 miliar (2024), CNBC meliput inklusnya di Sensex sebagai milestone. Namun liputan kritis tetap ada: Business Standard melaporkan penurunan saham 25% (Maret 2026), The Week menyoroti tuntutan GST, dan CNN mengkritik kontroversi 'pure veg fleet'. Secara keseluruhan, narasi bull-case (quick commerce sebagai growth engine, profitabilitas) mendominasi, tapi ada skeptisisme yang sehat tentang valuasi (380x trailing P/E) dan sustainability margin di tengah kompetisi ketat Zepto/Swiggy.
Deepinder Goyal dihormati di ekosistem startup India sebagai founder yang blak-blakan, berani mengambil keputusan kontroversial, dan cukup rendah hati untuk mengakui kesalahan secara publik. Konsensus analis mayoritas Buy (29 dari 32 analis per mid-2026), dengan target harga ₹334-380. Investor institusional (Goldman Sachs, Citi, Morgan Stanley) secara publik bullish. Keputusan Goyal melepas jabatan CEO kepada Albinder Dhindsa dilihat sebagai tanda kematangan organisasi, bukan kelemahan. Beberapa bear-case tetap vokal: valuasi 380x trailing P/E dianggap stretched, dan pertanyaan tentang conflict of interest Goyal-Dhindsa (Dhindsa menikah dengan co-founder Zomato Akriti Chopra) pernah diangkat Inc42.
Stakeholder Zomato terbagi tajam. Konsumen menikmati kemudahan platform tapi vokal tentang overcharging (harga di atas MRP), platform fee yang terus naik, dan kontroversi kultural (pure veg fleet yang dianggap kasteist). Mitra restoran secara konsisten paling negatif: komisi 25-30% dianggap mencekik, biaya-biaya baru (long-distance fee, platform fee) memperburuk margin, dan NRAI terus mengadvokasi regulasi komisi. Delivery partner — tulang punggung operasional — adalah kelompok paling dirugikan: upah efektif ~₹81-102/jam (sebelum biaya), tanpa jaminan sosial, tekanan algoritmik untuk terus online, dan mogok nasional Desember 2025 yang memuncak menjadi intervensi Kementerian Tenaga Kerja. Di sisi positif, jutaan restoran kecil mendapat akses ke pelanggan yang sebelumnya tidak terjangkau, dan delivery partner mendapat pekerjaan yang fleksibel meski dengan kompensasi kontroversial.
Interaksi Zomato dengan regulator menunjukkan gambaran mixed-to-neutral. CCI (Competition Commission of India) membuka investigasi antitrust pada 2022 atas pengaduan NRAI, namun pada April 2025 memutuskan bahwa Zomato tidak melanggar Pasal 4 UU Persaingan — hasil positif bagi perusahaan. Namun, beberapa tuntutan GST tetap aktif: ₹803,4 crore (Desember 2024) untuk GST atas delivery charges, ₹9,63 crore dari AP, dan tuntutan-tuntutan kecil lainnya — Zomato menyatakan yakin menang di banding. Di tingkat negara bagian, Karnataka Gig Workers Act dan Rajasthan Platform-Based Gig Workers Act menciptakan kewajiban baru yang ditentang platform melalui pengadilan. FSSAI mengeluarkan notice ke Blinkit (Mei 2026) soal kualitas telur. Secara keseluruhan, regulator memperlakukan Zomato sebagai perusahaan besar yang perlu diawasi, bukan target yang harus dihancurkan.
Sentimen sosial media terhadap Zomato sangat terbelah dan volatile, didorong oleh insiden-insiden viral. Dua kontroversi terbesar: (1) 'Pure Veg Fleet' (Maret 2024) — peluncuran armada khusus vegetarian dengan seragam hijau yang memicu tuduhan kasteisme dan tren #RejectZomato, memaksa rollback seragam; (2) Veg-mode enablement fee (Januari 2025) — biaya ₹2 untuk fitur filter vegan yang memicu gelombang kritik, diikuti permintaan maaf publik Goyal ('this is absolutely stupid on our part') dan penghapusan fee pada hari yang sama. Di sisi lain, Zomato juga mendapat apresiasi untuk notifikasi kreatifnya (menjadi referensi copywriting marketing India), dan kisah sukses Deepinder Goyal (dari Bain ke perusahaan publik US$24B) menginspirasi banyak aspirasi founder di India. Community mockery tentang platform fee (meme '1 roti trick' untuk menghindari fee) menunjukkan bahwa pengguna kritis tapi tetap menggunakan platform.
Kutipan Terpilih
“Quick commerce has been our stated strategic priority since the last one year... This business is also synergistic with our core food business, giving Zomato the right to win in the long term.”
Pernyataan resmi Goyal saat mengumumkan akuisisi Blinkit US$568 juta yang awalnya dihujat pasar. Terbukti prescient dua tahun kemudian ketika Goldman Sachs menilai Blinkit di US$13 miliar.
“Deep discounts are not good for anybody.”
Pengakuan publik langka dari seorang founder bahwa strategi pertumbuhannya merusak mitra bisnis. Diucapkan setelah 1.200+ restoran memprotes Zomato Gold. Menandai pivot dari growth-at-all-cost ke pendekatan yang lebih sustainable.
“This is absolutely stupid on our part. I am super sorry for this. This charge will be removed today itself.”
Permintaan maaf publik instan saat Zomato membebankan biaya ₹2 untuk fitur filter vegetarian. Fee dihapus pada hari yang sama. Contoh rapid public climbdown yang menjadi ciri khas Goyal — berani tapi juga cepat koreksi.
“We don't think a slowdown will affect us.”
Pernyataan percaya diri Goyal tentang resiliensi food-delivery di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi India. Mencerminkan gaya komunikasi Goyal yang blak-blakan dan bullish.
“Zomato's quick commerce business Blinkit is now more valuable than its core food delivery business, according to Goldman Sachs — the investment bank valued Blinkit at $13 billion.”
Momen ketika narasi berubah total: dari 'akuisisi yang membuang uang' menjadi 'segmen paling bernilai'. Goldman menilai Blinkit lebih tinggi dari food delivery Zomato sendiri — dua tahun setelah pasar menghukum akuisisi ini.
“Zomato menjadi perusahaan 'new-age' pertama yang masuk BSE Sensex, menggantikan JSW Steel — sinyal bahwa perusahaan teknologi consumer India telah matang menjadi pilar ekonomi baru.”
Inklusi di BSE Sensex (Desember 2024) dan Nifty 50 (Maret 2025) merupakan milestone simbolis besar — Zomato bergabung dengan konglomerat tradisional India seperti Reliance, TCS, dan HDFC Bank.
“Institutional investors who bought Zomato on the quick commerce optionality thesis are now asking for profitability timelines — at 380x trailing P/E, flawless execution is priced in.”
Framing bear-case yang paling artikulatif: valuasi 380x trailing P/E membutuhkan eksekusi sempurna, sementara kompetisi quick commerce (Zepto, Swiggy Instamart) semakin membakar kas. Menunjukkan bahwa sentimen media tidak unanimous bullish.
“The long-distance fee seems to be Zomato's way of breaching the 30% commission cap. Zomato is cornering everyone.”
Keluhan representatif dari mitra restoran tentang biaya-biaya baru yang terus ditambahkan Zomato. NRAI mendorong 'lock-in clause' untuk komisi agar platform tidak bisa menambah biaya sewenang-wenang.
“Pendapatan bersih delivery partner hanya sekitar ₹81 per jam setelah biaya operasional — tanpa jaminan PF atau cuti berbayar. Ini tidak memenuhi standar 'decent work'.”
Sanggahan terhadap klaim CEO Goyal bahwa rata-rata penghasilan delivery partner adalah ₹102/jam. Serikat pekerja menghitung bahwa setelah biaya bensin, perawatan kendaraan, dan biaya operasional lain, penghasilan riil jauh lebih rendah.
“Pelanggan menemukan bahwa harga kue di Zomato adalah ₹520, sementara harga tercetak di kemasan adalah ₹400 — kelebihan bayar ₹120 tanpa penjelasan.”
Salah satu dari banyak keluhan viral tentang overcharging di atas MRP (Maximum Retail Price). Memicu debat tentang transparansi pricing platform food delivery.
“Zomato dan Blinkit mencatatkan volume delivery tertinggi sepanjang masa pada 31 Desember — meskipun ada aksi mogok delivery partner.”
Goyal mengklaim mogok tidak berdampak pada operasional, sementara serikat pekerja membantah dan menyebut mogok berhasil. Menunjukkan kesenjangan narasi antara manajemen dan tenaga kerja.
“CCI tidak menemukan bukti bahwa Zomato melanggar Pasal 4 UU Persaingan — biaya platform dan delivery bukan merupakan tindakan unfair atau diskriminatif.”
Keputusan CCI yang membebaskan Zomato dari tuduhan antitrust setelah investigasi 3 tahun atas pengaduan NRAI. Hasil positif bagi Zomato, meskipun beberapa tuntutan GST terpisah masih berlanjut.
“Otoritas GST mengeluarkan tuntutan sebesar ₹803,4 crore terhadap Zomato atas tidak dipungutnya GST pada biaya delivery periode Oktober 2019-Maret 2022. Zomato menyatakan yakin memiliki dasar hukum kuat dan akan mengajukan banding.”
Tuntutan GST terbesar yang dihadapi Zomato. Perusahaan menyatakan yakin menang di banding, menunjukkan ketidakpastian interpretasi regulasi pajak atas model bisnis platform delivery yang relatif baru.
“Karnataka High Court mengarahkan Swiggy, Zomato, Blinkit, dan Zepto untuk menyetor welfare fee pekerja gig dalam tiga minggu — sambil memberikan perlindungan sementara dari tindakan koersif terhadap platform.”
Putusan yang menunjukkan arah regulasi gig economy di India: negara bagian mulai mewajibkan kontribusi welfare fee dari platform. Zomato dan platform lain menentang melalui jalur hukum. Dispute ini belum final.
“Deleting the app. I will never use Zomato again. This is Casteist and criminal. Hope someone files a case on them.”
Salah satu dari banyak reaksi keras di sosial media terhadap peluncuran armada 'Pure Veg' Zomato dengan seragam hijau (Maret 2024). Pengguna mengaitkan konsep 'pure/impure' food dengan diskriminasi kasta. Zomato akhirnya membatalkan seragam hijau setelah backlash masif.
“Pengguna menemukan dan membagikan loophole untuk memesan makanan di Zomato tanpa membayar platform fee dan komisi — memicu debat besar di media sosial dan kalangan startup.”
Fenomena viral yang menunjukkan sikap ambivalen pengguna India terhadap Zomato: kritis terhadap fee yang terus naik, tapi tetap menggunakan platform (sambil mencari cara mengakalinya). Meme culture seputar Zomato menunjukkan engagement yang tinggi — bahkan keluhan disampaikan dengan humor.