Konten disusun AI — bisa keliru. Baca disclaimer lengkap
TuSimple
Ringkasan
Apa yang Terjadi
TuSimple adalah perusahaan rintisan truk otonom (self-driving truck) yang didirikan pada 2015 oleh Xiaodi Hou dan Mo Chen, dua alumni California Institute of Technology. Berkantor pusat di San Diego dengan operasi besar di Beijing, TuSimple mengembangkan teknologi mengemudi otonom Level 4 (SAE) untuk truk semi — visi yang menjanjikan revolusi industri logistik senilai US$800 miliar di AS saja.
TuSimple meraih momentum luar biasa: kemitraan strategis dengan UPS, Navistar (unit VW/TRATON), dan Penske; peluncuran Autonomous Freight Network (AFN) pertama di dunia; dan IPO di NASDAQ pada April 2021 yang mengumpulkan US$1,35 miliar dengan valuasi ~US$8,5 miliar (puncak ~US$9 miliar). Perusahaan pernah menyelesaikan perjalanan truk tanpa pengemudi pertama dari Tucson ke Phoenix pada Desember 2021.
Namun, fondasi TuSimple ternyata retak dari dalam. Pada April 2022, truk otonomnya menabrak pembatas jalan tol di Arizona — insiden yang mengungkap kelemahan keselamatan. Lebih kritis, pada Oktober 2022, CEO Xiaodi Hou dipecat oleh dewan direksi setelah investigasi internal menemukan transfer data dan teknologi rahasia ke Hydron, startup truk hidrogen yang didirikan co-founder Mo Chen dan didukung investor China. FBI, SEC, dan CFIUS secara bersamaan menyelidiki perusahaan ini.
Kemitraan krusial dengan Navistar berakhir pada Desember 2022. PHK massal bergelombang melanda: 350 karyawan (Desember 2022), 300 lagi (Mei 2023), dan 150 terakhir (Desember 2023). Harga saham runtuh dari puncak ~US$71 menjadi di bawah US$1. TuSimple delisting dari NASDAQ pada Januari 2024 — kurang dari tiga tahun setelah IPO miliaran dolarnya.
Perusahaan menyelesaikan gugatan fraud class-action senilai US$189 juta (Agustus 2024). Dalam twist yang mengejutkan, TuSimple kemudian rebranding menjadi CreateAI pada Desember 2024, pivot total dari truk otonom ke AI animasi dan gaming di China — memicu pemberontakan pemegang saham atas rencana memindahkan ~US$450 juta aset ke China. Co-founder Xiaodi Hou menuntut likuidasi penuh perusahaan.
Pada Mei 2025, laporan Wall Street Journal mengungkap bahwa TuSimple terus mengirim data sensitif ke mitra China (termasuk source code sistem otonom lengkap ke Foton/BAIC) bahkan setelah menandatangani perjanjian keamanan nasional dengan CFIUS pada 2022 — memicu Senator Josh Hawley mendesak DOJ menyelidiki perusahaan untuk pelanggaran ekspor dan keamanan nasional.
TuSimple adalah studi kasus tentang bagaimana konflik kepentingan pendiri, transfer teknologi lintas batas yang tidak transparan, tata kelola yang disfungsional, dan tekanan geopolitik dapat menghancurkan perusahaan bernilai miliaran dolar — sekaligus peringatan tentang risiko dual-country structure di era ketegangan AS-China.
Kronologi
Urutan Kejadian
TuSimple didirikan di San Diego dan Beijing
Xiaodi Hou dan Mo Chen — dua alumni California Institute of Technology — mendirikan TuSimple dengan visi mengembangkan truk otonom Level 4 (SAE). Perusahaan beroperasi secara dual-country: kantor teknik di San Diego (AS) dan Beijing (China), mencerminkan latar belakang dan jaringan pendirinya.
UPS investasi minoritas; valuasi tembus US$1 miliar
UPS mengumumkan investasi minoritas di TuSimple dan mulai menguji truk otonom perusahaan untuk pengiriman barang di Arizona. Dengan putaran pendanaan ini, valuasi TuSimple mencapai US$1 miliar — status unicorn yang menarik perhatian industri logistik global.
Peluncuran Autonomous Freight Network dengan UPS, Penske, McLane
TuSimple meluncurkan Autonomous Freight Network (AFN) — jaringan logistik otonom pertama di dunia — bersama UPS, Penske Truck Leasing, U.S. Xpress, dan McLane (unit Berkshire Hathaway). Rute awal mencakup Phoenix-Tucson-Dallas-Houston-San Antonio, dengan rencana ekspansi nasional pada 2024.
Kemitraan global dengan TRATON (Volkswagen) untuk truk otonom
TRATON SE — divisi truk Volkswagen yang menaungi Scania dan MAN — menandatangani kemitraan global dengan TuSimple dan mengambil saham minoritas. Kerja sama ini mencakup pengembangan rute otonom hub-to-hub pertama di Eropa (Swedia) menggunakan truk Scania, memperkuat kredibilitas global TuSimple.
IPO di NASDAQ: US$1,35 miliar; valuasi ~US$8,5–9 miliar
TuSimple go public di NASDAQ (ticker: TSP) pada 15 April 2021, menjual 33,8 juta saham di harga US$40/lembar dan mengumpulkan US$1,35 miliar. Ini menjadi IPO kendaraan otonom pertama di AS, dengan valuasi fully diluted lebih dari US$9 miliar. Saham mencapai puncak ~US$71,24 pada 30 Juni 2021.
Perjalanan truk tanpa pengemudi pertama: Tucson–Phoenix
TuSimple menjadi perusahaan pertama yang menyelesaikan perjalanan truk sepenuhnya tanpa pengemudi (fully autonomous, driverless) di jalan umum — rute 80 mil dari Tucson ke Phoenix, Arizona. Pencapaian ini memperkuat narasi bahwa truk otonom komersial sudah di ambang kenyataan.
CFIUS selesaikan tinjauan; TuSimple tanda tangani perjanjian keamanan nasional
Committee on Foreign Investment in the United States (CFIUS) menyelesaikan tinjauan atas investasi 2017 dan menyimpulkan 'tidak ada kekhawatiran keamanan nasional yang belum terselesaikan'. Namun, TuSimple diwajibkan menandatangani National Security Agreement: membatasi akses data, menunjuk petugas keamanan, mendirikan komite keamanan pemerintah di dewan, dan melaporkan secara berkala ke CFIUS.
Pergantian CEO: Hou gantikan Cheng Lu
Co-founder dan CTO Xiaodi Hou menggantikan Cheng Lu sebagai CEO dan presiden TuSimple. Lu dijadwalkan menjadi penasihat hingga Maret 2023. Pergantian ini mengkonsolidasikan kendali operasional di tangan pendiri teknis perusahaan.
Insiden keselamatan: truk otonom tabrak pembatas jalan tol Arizona
Truk otonom TuSimple menabrak pembatas beton (median) di Interstate 10 dekat Tucson, Arizona. Insiden terjadi saat pengemudi keselamatan dan teknisi mencoba mengaktifkan kembali mode otonom sebelum sistem siap — truk berbelok tajam dan menabrak pembatas. Tidak ada korban jiwa, namun insiden ini mengungkap kelemahan safeguard dan memicu penyelidikan FMCSA.
CEO Xiaodi Hou dipecat; investigasi transfer teknologi ke Hydron
Dewan direksi TuSimple memecat Xiaodi Hou dari posisi CEO, presiden, CTO, dan ketua dewan setelah investigasi internal (dimulai Juli 2022) menemukan bukti transfer data rahasia — termasuk blueprints, skema teknis, dan informasi karyawan — ke Hydron Inc., startup truk hidrogen yang didirikan co-founder Mo Chen dan didukung investor China. FBI, SEC, dan CFIUS secara bersamaan menyelidiki perusahaan.
Cheng Lu kembali sebagai CEO; Mo Chen jadi chairman
Setelah pemecatan Hou, Cheng Lu — CEO sebelumnya — kembali memimpin TuSimple sebagai CEO dan presiden. Co-founder Mo Chen diangkat sebagai executive chairman dewan. Empat direktur independen yang memecat Hou justru diberhentikan oleh Chen, menandakan konsolidasi kendali oleh kubu pendiri yang tersisa.
Kemitraan Navistar berakhir; PHK 350 karyawan
TuSimple dan Navistar mengakhiri perjanjian pengembangan truk otonom yang telah berjalan 2,5 tahun — kemitraan yang pernah menghasilkan 7.000 reservasi dari pelanggan seperti DHL dan Schneider. Pada bulan yang sama, TuSimple mem-PHK 350 karyawan (~25% tenaga kerja). Kehilangan mitra manufaktur krusial ini secara efektif menutup jalur komersial utama perusahaan.
Xiaodi Hou mundur dari dewan; tuduhan perekrutan ilegal
Hou mengundurkan diri dari dewan direksi TuSimple di tengah investigasi internal atas tuduhan bahwa ia mendekati karyawan TuSimple untuk bergabung dengan venture baru. Hou membantah, mengklaim pengunduran diri dipicu ketidaksetujuan atas kompensasi CEO baru dan penurunan fokus pada otonomi — serta bahwa investigasi adalah bentuk retaliasi.
PHK 300 karyawan lagi; ancaman delisting NASDAQ
TuSimple mem-PHK 300 karyawan tambahan pada Mei 2023. Di bulan yang sama, NASDAQ mengeluarkan peringatan delisting karena perusahaan gagal menyampaikan laporan keuangan kuartal ketiga dan tahun penuh 2022 tepat waktu — tanda bahwa kontrol keuangan internal sudah runtuh.
Penutupan operasi AS; PHK 150 karyawan terakhir
TuSimple mengumumkan penutupan seluruh operasi AS setelah gagal menemukan pembeli dalam tinjauan strategis. Perusahaan mem-PHK 150 karyawan tersisa (75% tenaga kerja AS). Peralatan truk otonom — termasuk truk semi, sensor, dan perangkat keras — dilelang. Operasi dialihkan sepenuhnya ke Asia-Pasifik (terutama China).
Delisting dari NASDAQ; aset truk dilelang
TuSimple resmi delisting dari NASDAQ pada Januari 2024 — kurang dari tiga tahun setelah IPO US$1,35 miliar. Saham yang pernah diperdagangkan di US$71 kini bernilai ~US$0,19 di pasar over-the-counter. Truk otonom dan peralatan perusahaan dilelang secara publik.
Penyelesaian gugatan fraud investor US$189 juta
TuSimple menyelesaikan gugatan class-action fraud sekuritas senilai US$189 juta (US$174 juta dari perusahaan, US$15 juta dari asuransi). Investor menuduh perusahaan merepresentasikan kemampuan truk otonom secara berlebihan dan menyembunyikan masalah keselamatan serta koneksi China.
Pemberontakan pemegang saham: rencana pindahkan US$450 juta ke China
Sekelompok pemegang saham mengirim surat ke dewan, menuduh 'aktivitas yang berpotensi fraudulen' dan mempertanyakan apakah dana disalahgunakan untuk membiayai venture pribadi Mo Chen. Pengadilan California mengeluarkan perintah sementara yang memblokir pemindahan aset ke luar AS. TuSimple mengumumkan segmen bisnis baru: AI animasi dan gaming di China.
Xiaodi Hou dirikan Bot Auto — startup truk otonom baru
Hou mendirikan Bot Auto, startup truk otonom baru berbasis di Houston, Texas, dengan pendanaan pre-Series A US$20 juta. Tim 40 orang sebagian besar mantan insinyur TuSimple yang di-PHK. Hou mengklaim arsitektur teknis berbeda, namun misi serupa — menimbulkan pertanyaan keamanan nasional dari Senator Hawley.
Hou tuntut likuidasi penuh TuSimple; gugat perusahaan
Xiaodi Hou (pemegang 29,7% saham voting) mengirim surat ke dewan menuntut likuidasi penuh TuSimple dengan 100% hasil dibagi pro-rata ke seluruh pemegang saham. Hou juga mengajukan gugatan di Delaware Court of Chancery untuk mendapatkan kendali atas hak votingnya dan memblokir pemindahan aset ke China.
Rebranding menjadi CreateAI; pivot total ke AI animasi dan gaming
TuSimple resmi berganti nama menjadi CreateAI, menandai pivot total dari truk otonom ke AI generatif untuk animasi dan gaming di China. Perusahaan memperkenalkan model AI 'Ruyi' (image-to-video) dan mengembangkan game RPG 'Heroes of Jin Yong' serta adaptasi animasi 'The Three-Body Problem' bersama desainer Macross, Shōji Kawamori. Pivot ini menggunakan teknologi dari pengalaman autonomous driving sebagai fondasi.
WSJ ungkap transfer data sensitif ke China setelah perjanjian CFIUS
Laporan investigasi Wall Street Journal mengungkap bahwa TuSimple terus mengirim data sensitif ke mitra China — termasuk source code sistem otonom lengkap, desain rem, sensor, steering, dan chip ke Foton (afiliasi BAIC Group) — bahkan setelah menandatangani National Security Agreement dengan CFIUS pada Februari 2022. Transfer terjadi sekitar seminggu setelah penandatanganan. CFIUS menemukan hal ini tidak secara teknis melanggar perjanjian, namun TuSimple didenda dan membayar settlement US$6 juta atas pelanggaran lain.
Senator Hawley desak DOJ selidiki TuSimple untuk pelanggaran keamanan nasional
Senator Josh Hawley (R-MO) mengirim surat kepada Jaksa Agung Pam Bondi, mendesak Departemen Kehakiman (DOJ) menyelidiki TuSimple atas potensi pelanggaran kontrol ekspor, transfer teknologi sensitif tidak sah ke China, dan pelanggaran keamanan nasional. Hawley juga menyoroti koneksi TuSimple dengan produsen terafiliasi militer China dan permintaan pengiriman chip AI Nvidia.
Aktor & Insentif
Siapa yang Terlibat
Xiaodi Hou — Co-founder, CTO/CEO
Peran dalam Kasus
Memimpin pengembangan teknis TuSimple dan menjadi CEO pada Maret 2022. Dipecat Oktober 2022 setelah investigasi menemukan transfer data ke Hydron (startup Mo Chen). Mundur dari dewan Maret 2023 di tengah tuduhan perekrutan ilegal. Pada 2024, mendirikan Bot Auto (truk otonom baru) dan menuntut likuidasi TuSimple untuk menghentikan transfer aset ke China. Belum ada vonis pidana — Hou membantah pelanggaran.
Insentif
Ilmuwan AI (alumni Caltech) dengan visi mengkomersialkan truk otonom Level 4. Insentif: mewujudkan terobosan teknis dan membangun perusahaan bernilai miliaran dolar dari keahlian risetnya.
Mo Chen — Co-founder, Executive Chairman
Peran dalam Kasus
Mendirikan Hydron (startup truk hidrogen terkait China) yang menerima data rahasia TuSimple — pemicu pemecatan Hou. Setelah Hou dipecat, Chen diangkat sebagai executive chairman dan memberhentikan direktur independen. Memimpin pivot ke CreateAI dan diuntungkan dari deal US$25 juta dengan perusahaan gaming afiliasinya. Dituduh pemegang saham melakukan self-dealing. Belum ada vonis pidana.
Insentif
Co-founder dengan latar belakang gaming dan koneksi kuat ke ekosistem bisnis China. Insentif: memanfaatkan teknologi dan aset TuSimple untuk ekosistem bisnisnya yang lebih luas, termasuk di bidang animasi dan gaming.
Cheng Lu — CEO (2020–2022, kembali Nov 2022)
Peran dalam Kasus
Memimpin TuSimple saat IPO dan kemitraan utama (2020–2022). Digantikan oleh Hou pada Maret 2022. Kembali sebagai CEO November 2022 setelah Hou dipecat, namun mewarisi perusahaan yang sudah dalam krisis. Memimpin keputusan penutupan operasi AS dan transisi ke Asia.
Insentif
CEO profesional yang memimpin TuSimple selama fase krusial (peluncuran AFN, IPO). Insentif: membangun perusahaan otonom yang layak secara komersial.
Dewan direksi independen (empat direktur)
Peran dalam Kasus
Memecat CEO Hou pada Oktober 2022 setelah menemukan bukti transfer data ke Hydron. Namun, keempat direktur independen ini justru diberhentikan oleh Mo Chen segera setelahnya — menghilangkan pengawasan independen pada saat perusahaan paling membutuhkannya.
Insentif
Bertugas melindungi kepentingan pemegang saham dan memastikan tata kelola yang baik — termasuk kepatuhan terhadap perjanjian keamanan nasional CFIUS.
Investor IPO dan pemegang saham publik
Peran dalam Kasus
Menanggung kerugian besar: saham runtuh dari puncak ~US$71 ke ~US$0,19. Mengajukan gugatan class-action fraud yang diselesaikan US$189 juta. Pemegang saham tertentu memberontak atas pivot ke CreateAI dan rencana pemindahan aset ke China, mengupayakan pemblokiran via pengadilan.
Insentif
Investor tergiur janji truk otonom dan valuasi yang melonjak pasca-IPO. Insentif: imbal hasil dari 'unicorn' kendaraan otonom yang didukung UPS dan VW.
Regulator AS: FBI, SEC, CFIUS, FMCSA
Peran dalam Kasus
CFIUS menyelidiki hubungan China sejak 2021 dan menandatangani National Security Agreement. FBI dan SEC menyelidiki transfer teknologi ke Hydron. FMCSA menyelidiki insiden keselamatan truk (ditutup tanpa penalti). Senator Hawley mendesak DOJ menyelidiki pelanggaran ekspor (Mei 2025). Investigasi DOJ masih berlangsung per Juni 2026.
Insentif
Melindungi keamanan nasional, integritas pasar modal, dan keselamatan publik di jalan raya.
Mitra strategis: Navistar, UPS, TRATON
Peran dalam Kasus
Navistar mengakhiri kemitraan 2,5 tahun pada Desember 2022 karena TuSimple 'perlu membereskan masalah internalnya'. UPS dan TRATON berinvestasi minoritas namun terdampak keruntuhan. Kehilangan mitra-mitra ini menghilangkan jalur komersial TuSimple.
Insentif
Perusahaan logistik dan manufaktur besar yang ingin memimpin transisi ke truk otonom — mengandalkan TuSimple untuk keunggulan teknologi.
Insight untuk Founder
Pelajaran dari Kasus Ini
Struktur Dual-Country di Era Geopolitik Adalah Bom Waktu
Apa yang Terjadi
TuSimple beroperasi di AS dan China sejak awal, dengan pendiri yang memiliki koneksi kuat ke kedua negara. Saat ketegangan AS-China meningkat, struktur ini berubah dari keunggulan menjadi liabilitas eksistensial — memicu investigasi CFIUS, FBI, dan SEC.
Polanya
Startup teknologi sensitif yang beroperasi lintas batas negara-negara rival geopolitik menghadapi risiko eksistensial yang tak dapat dimitigasi oleh perjanjian hukum semata. Perjanjian keamanan nasional ternyata tidak mencegah transfer data.
Tanda Bahaya Dini
- Operasi signifikan di dua negara dengan ketegangan geopolitik
- Teknologi yang termasuk dalam kategori sensitif keamanan nasional
- Pendiri dengan koneksi bisnis di kedua negara
- Perjanjian keamanan nasional yang sulit diawasi secara real-time
- Tekanan komersial yang mendorong berbagi teknologi lintas batas
Aksi Pencegahan
- Pilih yurisdiksi utama yang jelas untuk teknologi sensitif
- Bangun firewall operasional yang nyata (bukan hanya di atas kertas) antar entitas lintas negara
- Antisipasi eskalasi geopolitik sebagai risiko bisnis fundamental
- Punya rencana eksit atau pemisahan yang siap dieksekusi jika ketegangan memuncak
- Libatkan penasihat keamanan nasional sejak awal, bukan setelah masalah muncul
Konflik Kepentingan Pendiri yang Tak Terkelola Menghancurkan dari Dalam
Apa yang Terjadi
Mo Chen mendirikan Hydron (startup truk hidrogen terkait China) sambil menjabat di TuSimple — dan data rahasia TuSimple mengalir ke Hydron. Setelah mengambil alih kendali, Chen memimpin pivot ke CreateAI dan membuat deal US$25 juta dengan perusahaan gaming afiliasinya.
Polanya
Ketika pendiri memiliki usaha lain yang berpotensi berkompetisi atau memanfaatkan aset perusahaan, dan pengawasan independen lemah, aset perusahaan dapat mengalir ke kepentingan pribadi — merugikan pemegang saham lain.
Tanda Bahaya Dini
- Pendiri mendirikan startup yang berhubungan dengan bidang yang sama
- Data atau teknologi rahasia mengalir ke entitas terkait pendiri
- Transaksi dengan pihak terafiliasi pendiri (related-party transactions)
- Pemberhentian direktur independen setelah mereka menemukan masalah
- Perubahan arah bisnis drastis yang menguntungkan koneksi pendiri
Aksi Pencegahan
- Tetapkan kebijakan non-compete dan non-solicitation yang jelas untuk pendiri
- Pastikan dewan independen cukup kuat untuk menolak tekanan pendiri
- Audit related-party transactions secara rutin dan transparan
- Jangan izinkan pendiri memberhentikan pengawas yang menemukan masalah
- Lindungi mekanisme whistleblowing internal
Tata Kelola yang Runtuh Mempercepat Spiral Kehancuran
Apa yang Terjadi
Empat direktur independen yang memecat CEO (tindakan tata kelola yang benar) justru langsung diberhentikan oleh kubu pendiri. Perusahaan gagal menyampaikan laporan keuangan, terancam delisting, dan kehilangan semua pengawasan independen pada saat paling kritis.
Polanya
Jika struktur tata kelola memungkinkan pendiri memberhentikan pengawas yang menemukan masalah, maka tata kelola hanyalah ilusi. Hilangnya pengawasan independen mempercepat keputusan destruktif dan menggerus kepercayaan mitra serta regulator.
Tanda Bahaya Dini
- Direktur independen yang diberhentikan setelah mengambil tindakan terhadap manajemen
- Kegagalan menyampaikan laporan keuangan tepat waktu
- Konsolidasi kendali di tangan segelintir individu saat krisis
- Perusahaan publik yang beroperasi tanpa pengawasan dewan yang berfungsi
Aksi Pencegahan
- Rancang struktur dewan yang tidak bisa dijatuhkan oleh satu pemegang saham
- Pastikan mekanisme 'poison pill' melindungi independensi dewan
- Perlakukan kegagalan pelaporan keuangan sebagai krisis tingkat dewan
- Investor harus mengevaluasi apakah tata kelola berfungsi, bukan hanya ada di atas kertas
Pivot Drastis Tanpa Koneksi Logis Menghancurkan Kepercayaan Tersisa
Apa yang Terjadi
TuSimple — perusahaan truk otonom — pivot menjadi CreateAI, perusahaan AI animasi dan gaming di China. Perubahan arah 180 derajat ini, ditambah rencana memindahkan US$450 juta ke China, memicu pemberontakan pemegang saham dan tuntutan likuidasi.
Polanya
Pivot yang tidak memiliki koneksi logis dengan bisnis inti, dilakukan saat perusahaan dalam krisis, dan menguntungkan pihak tertentu di manajemen — bukan solusi, melainkan pengalihan aset yang terselubung. Pemegang saham lebih baik dilayani oleh likuidasi yang transparan.
Tanda Bahaya Dini
- Pivot ke bidang yang sama sekali berbeda dari kompetensi inti
- Pemindahan aset signifikan ke yurisdiksi yang sulit dijangkau hukum
- Deal dengan entitas terafiliasi manajemen dalam konteks pivot
- Pemegang saham tidak dimintai persetujuan untuk perubahan fundamental
- Pivot terjadi saat perusahaan sedang menghadapi tuntutan hukum dan investigasi
Aksi Pencegahan
- Minta persetujuan pemegang saham untuk perubahan arah bisnis fundamental
- Jika bisnis inti gagal, prioritaskan pengembalian modal ke pemegang saham
- Evaluasi apakah pivot benar-benar memanfaatkan kompetensi, atau sekadar dalih
- Blokir transaksi dengan pihak terafiliasi dalam konteks pivot
- Pertimbangkan likuidasi sebagai opsi yang lebih jujur daripada pivot yang meragukan
Sentimen Publik
Bagaimana Publik Memandang
Sentimen mengukur persepsi publik, bukan fakta hukum. Baca metodologi untuk batasan dan bias yang diakui.
Liputan media (TechCrunch, FreightWaves, CNBC, WSJ) membingkai TuSimple sebagai kegagalan tata kelola perusahaan dan risiko keamanan nasional. Naratif dominan: pendiri yang berkonfllik, transfer teknologi ke China, kehancuran nilai dari US$9 miliar ke nol, dan pivot absurd ke AI gaming. Sangat sedikit liputan positif.
Investor IPO kehilangan hampir seluruh investasi (saham dari US$71 ke US$0,19). Ratusan karyawan di-PHK dalam tiga gelombang. Mitra strategis (Navistar, UPS) dirugikan. Pemegang saham secara aktif memberontak terhadap pivot dan rencana transfer aset ke China. Sentimen sangat negatif dan bersifat personal.
FBI, SEC, dan CFIUS menyelidiki TuSimple secara bersamaan. FMCSA menyelidiki insiden keselamatan. Senator Hawley secara publik mendesak DOJ menyelidiki pelanggaran keamanan nasional dan kontrol ekspor. CFIUS mendenda perusahaan US$6 juta. Posisi regulator konsisten kritis terhadap kepatuhan TuSimple.
Sentimen terbelah tajam antara dua kubu pendiri. Xiaodi Hou menuntut likuidasi dan menuduh Mo Chen melakukan self-dealing. Mo Chen memimpin pivot ke CreateAI dan mempertahankan kendali perusahaan. Masing-masing pihak saling menuduh — tidak ada konsensus di kalangan 'founder community' karena faktanya masih diperdebatkan.
Diskusi daring diwarnai sinisme atas pivot 'dari truk ke game', kemarahan investor ritel yang kehilangan uang, dan kekhawatiran keamanan nasional terkait transfer teknologi ke China. Banyak komentar menyoroti ironi perusahaan truk otonom yang menjadi perusahaan animasi. Nada mayoritas negatif hingga sarkastis.