Konten disusun AI — bisa keliru. Baca disclaimer lengkap

Kembali ke laporan

Sentimen Publik

TaniFund

10 Juni 2026|metode 1.0|Claude — riset web langsung (tanpa Anthropic API)|n=24
Rentang: 1 Mei 20242 Juni 2026Metodologi

Sentimen mengukur persepsi publik, bukan fakta hukum. Baca metodologi untuk batasan dan bias yang diakui.

Media
Negatif

Pemberitaan (Kompas, Kontan, Katadata, Detik, Tempo, DealStreetAsia) dominan membingkai TaniFund sebagai kasus gagal bayar P2P yang berujung pencabutan izin OJK, dan belakangan dugaan pidana. Nadanya kritis-faktual, kerap menempatkannya dalam konteks risiko sektor pinjol.

Founder
Campuran

Pihak TaniFund/TaniHub menghadapi tuduhan berat yang masih dalam proses hukum; respons/pembelaan hadir sebagai suara minoritas. Mayoritas opini publik skeptis, namun karena belum ada vonis, sebagian menahan penilaian (praduga tak bersalah).

Lender/Korban
Negatif

Sekitar 128 pendana gagal menerima pengembalian pokok (total ~Rp14 miliar) dan sebagian menggugat. Sentimen kerugian, kemarahan, dan rasa dikhianati sangat dominan di segmen pendana.

Regulator
Negatif

OJK mengambil tindakan tegas (rekomendasi pengawasan lalu pencabutan izin) terhadap TaniFund atas ketidakpatuhan, sebagai bagian penertiban sektor fintech lending 2024. Posisi otoritas menegaskan adanya pelanggaran kepatuhan.

Sosial Media
Negatif

Percakapan publik menjadikan TaniFund contoh risiko pinjol/P2P bagi pendana ritel, bercampur kemarahan atas gagal bayar dan kekhawatiran terhadap sektor. Nadanya mayoritas negatif dengan seruan kehati-hatian.

Kutipan Terpilih

OJK mencabut izin usaha TaniFund karena tidak mampu memenuhi ketentuan ekuitas minimum dan tidak melaksanakan rekomendasi pengawasan.
OJK (via Kompas.com)
Regulator

Dasar resmi pencabutan izin.

Tingkat kredit macet TaniFund (TWP90) mencapai 63,93%, dan gagal membayar sekitar 128 investor dengan total dana ~Rp14 miliar.
Katadata (kronologi)
Media

Fakta kredit macet dan gagal bayar.

Petani kesulitan membayar karena komponen biaya seperti bahan baku dan pakan ternak tiba-tiba meningkat, menggerus margin mereka.
Laporan (via Kompas.com)
Media

Penyebab gagal bayar di tingkat peminjam.

Sejak November 2021, pendana TaniFund tidak menerima pengembalian pokok, hanya imbal hasil — lalu sebagian menempuh gugatan.
Kontan (perjalanan kasus)
Lender/Korban

Dampak ke pendana dan eskalasi hukum.

Dugaan manipulasi data untuk memperoleh pendanaan investor ventura memicu kekhawatiran di kalangan pemodal — kasus yang masih dalam proses hukum.
The Jakarta Post (analisis)
Media

Dimensi pidana; tuduhan belum terbukti — praduga tak bersalah.

TaniFund jadi pelajaran bahwa dana di P2P lending bukan tabungan — bisa gagal bayar dan hilang.
Percakapan publik (dirangkum dari liputan)
Sosial Media

Mewakili seruan kehati-hatian publik; rangkuman, bukan kutipan individu.