Konten disusun AI — bisa keliru. Baca disclaimer lengkap

Kembali ke laporan

Sentimen Publik

Scale AI, Inc.

29 Juni 2026|metode v1.0|Claude Opus 4.6 + web search|n=38
Rentang: 1 Januari 201629 Juni 2026Metodologi

Sentimen mengukur persepsi publik, bukan fakta hukum. Baca metodologi untuk batasan dan bias yang diakui.

Media
Campuran

Media teknologi dan bisnis global menampilkan narasi yang sangat terbelah tentang Scale AI. Di satu sisi, liputan positif mendominasi era 2022-2024: Forbes merayakan Wang sebagai miliarder self-made termuda, CNBC memasukkan Scale AI di Disruptor 50 (2024 dan 2025), dan Fast Company meliput Scale sebagai 'go-to company for AI training'. Namun sejak deal Meta (Juni 2025), narasi bergeser signifikan: CNBC bertanya apakah Scale adalah 'zombie company', banyak analis menyebut deal itu sebagai 'quasi-acquihire', dan pelaporan investigatif tentang praktik tenaga kerja (TechCrunch, TIME, The Washington Post) menghadirkan sisi gelap yang kontras tajam dengan narasi sukses. Secara keseluruhan, media terbelah antara mengakui pencapaian bisnis luar biasa Scale AI dan mengkritik dampak sosialnya terhadap pekerja serta pertanyaan tentang independensi pasca-Meta.

Founder
Campuran

Komunitas founder dan VC Silicon Valley memandang Scale AI dengan campuran kekaguman dan kekhawatiran. Kekaguman: Wang dihormati karena membangun perusahaan infrastruktur AI terpenting pada usia sangat muda, dan strategi 'picks and shovels' dianggap brilian. Accel, Founders Fund, dan Tiger Global terus-menerus mendukung Scale. Kekhawatiran: deal Meta dipandang banyak orang sebagai 'exit' yang dikemas sebagai investasi — founder lain bertanya mengapa Wang meninggalkan perusahaan US$29 miliar yang sedang tumbuh pesat. Greg Martin dari Rainmaker Securities menyebutnya 'quasi-acquihire'. Sentimen terpolarisasi: pendukung melihat langkah strategis, kritikus melihat tanda bahwa Scale tidak bisa berdiri sendiri.

Pihak Terdampak
Negatif

Pihak yang terdampak oleh Scale AI terbagi menjadi beberapa kelompok. Pekerja kontrak Remotasks — ratusan ribu orang di Filipina, Kenya, India, dan Venezuela — memiliki sentimen yang sangat negatif: upah yang anjlok drastis, pembayaran yang ditunda atau dibatalkan, akses yang diputus mendadak (Kenya 2024), dan paparan konten disturbing tanpa dukungan memadai. Skor Remotasks 1/10 dari Oxford Internet Institute. Karyawan tetap yang di-PHK (200 orang, Juli 2025) menyuarakan kekecewaan atas timing PHK yang bertepatan dengan deal miliaran dolar. Di sisi lain, pelanggan enterprise dan pertahanan yang tetap bertahan memiliki pandangan lebih positif — produk Scale AI dianggap berkualitas tinggi dan sulit digantikan. Namun secara keseluruhan, sentimen negatif dari pekerja kontrak mendominasi karena skala dampaknya (ratusan ribu orang) dan kedalaman kesenjangan antara nilai perusahaan dan kompensasi pekerja.

Regulator
Netral

Respons regulator terhadap Scale AI bersifat campuran tapi secara keseluruhan netral. Departemen Tenaga Kerja AS membuka penyelidikan pada 2024 atas dugaan pelanggaran Fair Labor Standards Act, namun menghentikan penyelidikan pada Mei 2025 tanpa tindakan penegakan hukum. Di Kenya, otoritas perlindungan data mempertimbangkan tindakan hukum terkait penutupan Remotasks. Di sisi positif, Pentagon dan badan pertahanan AS secara aktif memperluas kontrak dengan Scale AI — memberikan kontrak lebih dari US$700 juta dan akses ke jaringan Top Secret — menunjukkan kepercayaan institusional yang tinggi. Wang juga berulang kali diundang memberikan briefing kepada komite Kongres tentang AI dan keamanan nasional. Regulator tampak terpecah: regulator ketenagakerjaan waspada, tapi badan pertahanan dan intelijen sangat mendukung.

Sosial Media
Campuran

Sentimen di media sosial dan forum teknologi terbelah berdasarkan konteks dan komunitas. Di kalangan penggemar AI dan startup di Twitter/X dan Hacker News, Scale AI diakui sebagai pemain infrastruktur kunci — kisah Wang sebagai miliarder muda dan kontribusi Scale terhadap ChatGPT sering diangkat dengan nada positif. Namun di komunitas yang fokus pada etika AI dan hak pekerja, Scale AI menjadi simbol 'exploitation behind AI' — banyak thread viral tentang pekerja Remotasks yang dibayar kurang dari US$2/jam. Deal Meta memicu diskusi besar: pendukung melihat validasi nilai perusahaan, kritikus menyebutnya 'akuihire termahal sepanjang sejarah'. Framing 'zombie company' muncul berulang kali di forum investasi. Secara keseluruhan, sentimen sosmed terbelah antara kekaguman teknologis dan kritik sosial.

Kutipan Terpilih

Scale AI telah menjadi penyedia infrastruktur data terkemuka untuk AI, mengisi kesenjangan kritis dalam pipeline machine learning dengan menyediakan data berlabel berkualitas tinggi. Perannya dalam kesuksesan AI generatif di perusahaan seperti OpenAI dan Cohere menjadikannya salah satu perusahaan paling berpengaruh di era AI.
CNBC (Disruptor 50 list, 2025)
Media

CNBC memasukkan Scale AI dalam daftar Disruptor 50 dua tahun berturut-turut (2024 dan 2025), mengakui perannya sebagai infrastruktur kritis di balik booming AI generatif.

Hasil keuangan kami kontras tajam dengan persepsi publik. Scale AI bukan 'perusahaan zombie'. Kami membukukan revenue terbaik sepanjang sejarah perusahaan tahun ini.
CFO Scale AI (wawancara CNBC, November 2025)
Media

CFO Scale AI merespons narasi 'zombie company' yang muncul di media dan komunitas investasi setelah deal Meta. Klaim revenue terbaik sepanjang sejarah belum diaudit secara independen.

Investor tidak tahu harus bagaimana dengan Scale AI. Deal Meta ini terasa seperti quasi-acquihire — dan perusahaan ini sepertinya tidak bisa lagi go public.
Greg Martin, Managing Director Rainmaker Securities
Media

Penilaian dari pelaku pasar sekunder tentang prospek Scale AI pasca-deal Meta. 'Quasi-acquihire' adalah framing yang sering digunakan kritikus — menggambarkan deal sebagai akuisisi terselubung, bukan investasi.

Data adalah fondasi AI. Model tanpa data berkualitas seperti bangunan tanpa fondasi — pasti runtuh. Setiap perusahaan yang membangun AI akan membutuhkan data berlabel dalam skala masif.
Alexandr Wang (Founder & mantan CEO Scale AI)
Founder

Filosofi inti Wang yang menjadi fondasi strategi Scale AI sejak awal — memposisikan perusahaan sebagai lapisan infrastruktur fundamental bagi seluruh ekosistem AI.

Mendukung keamanan nasional Amerika adalah imperatif moral bagi saya. Partai Komunis Tiongkok memahami potensi AI untuk mengubah peperangan, dan mereka berinvestasi besar-besaran. AS harus memiliki sumber daya manusia terbaik dan perusahaan terbaik yang fokus pada masalah ini.
Alexandr Wang (kesaksian di hadapan Kongres AS, 2023)
Founder

Pernyataan Wang di hadapan komite Kongres AS tentang AI dan keamanan nasional. Posisi hawkish ini menjadi identitas unik Scale AI dibandingkan perusahaan teknologi lain yang menghindari kontroversi pertahanan.

Salah satu clashing point kami adalah bagaimana Scale memperlakukan jaringan pekerja kontraknya — lebih dari 240.000 orang. Saya bilang kita perlu fokus memastikan mereka dibayar tepat waktu.
Lucy Guo (Co-Founder Scale AI, dipecat 2018)
Founder

Pernyataan Guo kepada TIME tentang alasan konfliknya dengan Wang. Ironis: kekhawatiran Guo tentang perlakuan pekerja yang diabaikan pada 2018 menjadi kontroversi terbesar Scale AI di 2024-2025.

Scale AI tidak sedang pivoting atau winding down. Kami berada di sini dan kami tumbuh. Perusahaan ini mempunyai jalur independen yang jelas ke depan.
Jason Droege (CEO Interim Scale AI, mantan pendiri Uber Eats)
Founder

Pernyataan Droege kepada karyawan dan pelanggan seminggu setelah deal Meta, merespons spekulasi bahwa Scale AI akan 'dimatikan pelan-pelan' oleh Meta.

Scale AI telah membayar pekerja dengan tarif yang sangat rendah, secara rutin menunda atau menahan pembayaran, dan menyediakan sedikit saluran bagi pekerja untuk mencari bantuan. Mereka yang mengeluh ditutup aksesnya begitu saja.
Kontraktor Scale AI (surat kepada Senator AS, 2025)
Pihak Terdampak

Kutipan dari surat terbuka yang ditulis kontraktor Scale AI kepada Senator AS, menuntut penyelidikan atas praktik ketenagakerjaan perusahaan. Surat ini memicu penyelidikan Departemen Tenaga Kerja.

Tarif pembayaran kami anjlok drastis — dari US$10 per tugas di beberapa proyek menjadi kurang dari 1 sen. Kami bekerja berjam-jam untuk melatih AI yang membuat orang lain menjadi miliarder, sementara kami tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar.
Pekerja Remotasks di Filipina (representatif dari lebih dari 10.000 pekerja)
Pihak Terdampak

Kesaksian dari wawancara investigatif terhadap pekerja data labeling di Filipina. Dari 36 pekerja yang diwawancarai, semua kecuali dua melaporkan pembayaran yang ditunda, dikurangi, atau dibatalkan.

Di Kenya, pekerja data labeling menerima US$2 per jam — dibandingkan US$20 untuk rekan mereka di Amerika Serikat. Kemudian pada Maret 2024, Remotasks tiba-tiba menutup operasinya di Kenya tanpa membayar gaji yang masih terutang, meninggalkan ribuan pekerja muda tanpa mata pencaharian.
Business & Human Rights Resource Centre (laporan investigasi)
Pihak Terdampak

Penutupan mendadak operasi Remotasks di Kenya menimbulkan gelombang protes dan pertimbangan tindakan hukum oleh otoritas lokal. Kesenjangan upah 10:1 antara pekerja Kenya dan AS untuk pekerjaan yang sama menjadi simbol ketidakadilan struktural.

Kami sangat menolak tuduhan bahwa kami membayar pekerja di bawah standar atau memperlakukan kontributor kami secara tidak adil. Perusahaan mematuhi sepenuhnya Fair Labor Standards Act dan berusaha memastikan tarif pembayaran memberikan living wage berdasarkan standar lokal.
Juru bicara Scale AI (merespons tuduhan)
Pihak Terdampak

Respons resmi Scale AI terhadap tuduhan underpayment. Framing 'living wage berdasarkan standar lokal' dikritik karena membenarkan kesenjangan upah besar antara pekerja di negara berkembang dan AS.

Departemen Pertahanan AS memberikan kontrak senilai US$500 juta kepada Scale AI — salah satu kontrak pengadaan AI individual terbesar yang pernah diberikan Pentagon, dan ekspansi lima kali lipat dari hubungan kontraktual sebelumnya.
The Next Web (laporan kontrak pertahanan)
Regulator

Kontrak Pentagon US$500 juta menunjukkan kepercayaan institusional tertinggi dari pemerintah AS terhadap kemampuan Scale AI di bidang pertahanan — kontras dengan kekhawatiran sektor komersial pasca-deal Meta.

Departemen Tenaga Kerja AS telah menyelidiki Scale AI sejak setidaknya Agustus 2024 atas dugaan pelanggaran Fair Labor Standards Act, termasuk pembayaran upah di bawah standar, misklasifikasi pekerja sebagai kontraktor, dan retaliasi terhadap pekerja yang mengajukan keluhan.
TechCrunch (laporan investigasi, Maret 2025)
Regulator

Laporan TechCrunch yang mengungkap penyelidikan resmi DOL terhadap Scale AI. Penyelidikan ini menjadi bukti bahwa kekhawatiran tentang praktik ketenagakerjaan Scale AI mencapai level regulator federal.

Ironi terbesar era AI: perusahaan bernilai US$29 miliar yang membangun masa depan kecerdasan buatan bertumpu pada pekerja manusia yang dibayar kurang dari US$2 per jam di negara berkembang. Ini bukan bug — ini fitur dari model bisnis mereka.
Getting Real About AI (newsletter etika AI)
Sosial Media

Analisis dari newsletter etika AI yang menyoroti kontradiksi fundamental dalam model bisnis Scale AI: valuasi miliaran dolar yang dibangun di atas tenaga kerja murah.

Oxford Internet Institute memberi Remotasks skor 1 dari 10 — gagal di metrik-metrik kunci termasuk kemampuannya untuk membayar pekerja secara penuh. Ini menjadikan Remotasks salah satu platform gig economy dengan rating terburuk di dunia.
Oxford Internet Institute (evaluasi Fairwork)
Sosial Media

Evaluasi independen dari lembaga penelitian terkemuka dunia yang memberikan skor terendah pada Remotasks. Metrik Fairwork mencakup: pembayaran yang adil, kondisi kerja, kontrak yang transparan, manajemen yang adil, dan representasi pekerja.

Alexandr Wang menjadi miliarder self-made termuda di dunia pada usia 25 tahun — bukti bahwa membangun infrastruktur AI, bukan model AI, bisa menjadi bisnis yang luar biasa bernilai. Strategi 'picks and shovels'-nya brilian.
Komunitas startup Twitter/X (sentimen positif representatif)
Sosial Media

Sentimen positif yang dominan di kalangan founder dan penggemar teknologi di Twitter/X — Wang dilihat sebagai contoh founder muda visioner yang memilih lapisan infrastruktur daripada bersaing di lapisan model.