Konten disusun AI — bisa keliru. Baca disclaimer lengkap

Kembali ke laporan

Sentimen Publik

Pegipegi (PT Go Online Destinations)

9 Juni 2026|metode 1.0|Claude — riset web langsung (tanpa Anthropic API)|n=23
Rentang: 1 Desember 202315 Januari 2024Metodologi

Sentimen mengukur persepsi publik, bukan fakta hukum. Baca metodologi untuk batasan dan bias yang diakui.

Media
Netral

Pemberitaan arus utama (Tirto, Kompas, Detik, Bisnis, Bloomberg Technoz) dominan melaporkan fakta penutupan dan membingkainya sebagai konsolidasi pasar OTA serta 'tergilas persaingan'. Banyak berbasis fakta dengan nada analitis ketimbang menghakimi.

Founder
Campuran

Pernyataan resmi Pegipegi membingkai penutupan sebagai keputusan dengan tetap menjamin hak konsumen (tiket/voucher berlaku, layanan refund). Nada perusahaan bertanggung jawab dan menenangkan — hadir sebagai suara minoritas yang menjelaskan transisi.

Pihak Terdampak
Campuran

Karyawan terdampak penutupan (sentimen negatif), namun konsumen relatif tenang karena tiket/voucher dijamin tetap berlaku dan tersedia kanal refund/reschedule. Dampak negatif sebagian teredam oleh exit yang melindungi pelanggan.

Sosial Media
Negatif

Percakapan publik banyak menyuarakan kesedihan dan nostalgia atas pamitnya Pegipegi setelah 12 tahun sebagai pelopor OTA, bercampur komentar bahwa kalah bersaing dengan Traveloka dan Tiket.com. Nadanya mayoritas negatif/nostalgia.

Kutipan Terpilih

Pegipegi resmi menghentikan layanannya pada 11 Desember 2023 setelah hampir 12 tahun beroperasi.
Kompas.com (laporan penutupan)
Media

Pelaporan fakta penutupan.

Tiket dan voucher yang sudah dibeli tetap dapat digunakan, dan layanan pelanggan tersedia via email untuk refund, reschedule, serta keluhan.
Pegipegi (pernyataan resmi via DailySocial)
Founder

Jaminan perlindungan konsumen saat penutupan.

Pegipegi tutup karena banyaknya persaingan dan pendanaan yang makin menipis, serta maskapai dan hotel yang mengembangkan platform pemesanan sendiri.
Pengamat (via Espos.id)
Media

Analisis penyebab: persaingan, pendanaan seret, disintermediasi.

Pasca-penutupan Pegipegi, pasar OTA lokal makin didominasi dua unicorn: Traveloka dan Tiket.com.
Bisnis.com (analisis konsolidasi)
Media

Menyoroti konsolidasi pasar ke duopoli.

Selamat tinggal Pegipegi — pelopor pemesanan travel online yang menemani belasan tahun, kini pamit selamanya.
Percakapan publik/pengguna (dirangkum Kumparan)
Sosial Media

Mewakili sentimen kesedihan/nostalgia pengguna; rangkuman, bukan kutipan individu.

Pegipegi berada di bawah grup Traveloka sejak 2018 melalui JetTech Innovation Ventures.
Detik Finance (laporan kepemilikan)
Media

Konteks kepemilikan yang relevan dengan konsolidasi internal.