Konten disusun AI — bisa keliru. Baca disclaimer lengkap
Sentimen Publik
Lilium (Lilium GmbH / Lilium N.V.)
Sentimen mengukur persepsi publik, bukan fakta hukum. Baca metodologi untuk batasan dan bias yang diakui.
Pemberitaan media penerbangan dan teknologi (TechCrunch, CNBC, FlightGlobal, Aviation Week) mencerminkan sentimen campuran: mayoritas mengakui ambisi visioner Lilium dan pencapaian teknis (dual EASA/FAA basis sertifikasi), tetapi mengkritik gap antara klaim dan demonstrasi aktual, ketergantungan berlebihan pada SPAC dan pendanaan pemerintah, serta kegagalan membuktikan kelayakan komersial selama hampir 10 tahun. Framing dominan: 'ambisius tapi terlalu ambisius' — bukan kritik satu arah seperti kasus fraud murni. Media Jerman cenderung lebih simpatik, menyoroti kegagalan kebijakan pemerintah. Short-seller Iceberg Research mewakili ujung negatif spektrum dengan tuduhan 'fraud'.
Co-founder Patrick Nathen mengekspresikan kesedihan mendalam saat penutupan ('heartbreaking, painfully ironic'), menunjukkan keyakinan tulus pada misi penerbangan ramah lingkungan. Tidak ada indikasi founder Lilium diperkaya secara tidak wajar atau bertindak secara tidak etis — berbeda dari kasus seperti Theranos. Sentimen founder adalah campuran duka atas kegagalan dan keyakinan bahwa teknologinya pada akhirnya akan terbukti benar. Insider dari Lilium juga menyatakan bahwa pesawat 'would have gone the distance but for botched rescue'.
Sekitar 1.000 karyawan di-PHK pada Desember 2024 dan 700+ lagi pada Februari 2025. Banyak yang meninggalkan karir stabil di Airbus dan perusahaan dirgantara besar untuk bergabung dengan Lilium. Sentimen dominan negatif: kekecewaan besar, kehilangan pekerjaan menjelang akhir tahun, dan frustrasi bahwa rescue deal yang dijanjikan tidak pernah terwujud. Pada Juni 2025, mantan karyawan berhasil menegosiasikan konsesi tunjangan dari pemerintah Jerman — menunjukkan mobilisasi kolektif dari ketidakpuasan.
Sentimen regulator dan politisi Jerman sangat terbelah sesuai garis partai. PM Bavaria Markus Söder (CSU) sangat kritis terhadap penolakan pemerintah federal, menyebutnya 'bitter setback for Germany as a technology centre'. Lukas Köhler (FDP Bavaria) juga kecewa. Di sisi lain, Partai Hijau menentang karena menganggap taksi udara sebagai 'mainan orang kaya', dan Frank Schäffler (FDP federal) menyatakan pemerintah 'salah jika membantu Lilium'. EASA dan FAA sendiri telah memberikan basis sertifikasi — validasi regulasi penerbangan yang positif, meski tidak mencegah kegagalan bisnis.
Sentimen di platform sosial, forum investasi (StockTwits, Reddit r/LILM), dan komentar berita didominasi nada negatif: investor ritel yang kehilangan uang, skeptisisme tentang kelayakan eVTOL secara umum, dan schadenfreude terhadap hype SPAC era 2021. Banyak yang menjadikan Lilium sebagai simbol kegagalan bubble SPAC. Beberapa komentar simpatik terhadap karyawan dan visi lingkungan, tetapi nada dominan adalah kekecewaan dan sinisme.
Kutipan Terpilih
“After 10 years and 10 months, it is a sad fact that Lilium has ceased operations. The company that Daniel, Sebastian, Matthias and I founded can no longer pursue our shared belief in more environmentally friendly aviation. This is heartbreaking and the timing feels painfully ironic.”
Co-founder mengekspresikan duka mendalam saat penutupan. 'Painfully ironic' mengacu pada fakta bahwa PHK terjadi menjelang Natal, saat harapan rescue deal masih ada.
“Germany cannot afford to allow industrial jobs of the future to disappear. Do we want to develop an absolutely future-oriented technology here in Germany and bring it to industrial maturity, or do we want to leave the new technological leaps and ultimately industrialization and new jobs to others?”
Söder mendukung pendanaan untuk Lilium dan mengkritik penolakan pemerintah federal, menyebutnya 'bitter setback for Germany as a centre of technology'.
“I think it is wrong to help Lilium.”
Schäffler mewakili pandangan bahwa pemerintah seharusnya tidak mensubsidi startup dengan risiko tinggi menggunakan uang pajak.
“There was a misguided notion among politicians that air taxis are a 'toy for millionaires.' This idea is too short-sighted.”
Višević mengkritik pandangan politisi Jerman dan menunjukkan bahwa Tesla juga pernah menerima pinjaman pemerintah AS sebelum profitable — sebuah kontras yang menyoroti gap dukungan deep-tech AS vs Eropa.
“It's a handicap for an eVTOL company not to have government support. European contributions pale in comparison to the financial backing provided by the U.S. Department of Defense.”
Cecutta menyoroti kesenjangan struktural antara ekosistem dukungan deep-tech AS (DoD, insentif negara bagian) dan Eropa — faktor yang berkontribusi pada kegagalan Lilium.
“The real reason Lilium is in financial distress is that it is a fraud. The eVTOL can only fly for a mere five and a half minutes without any passenger or cargo.”
Iceberg Research sebagai short-seller memiliki konflik kepentingan finansial. Tuduhan fraud adalah klaim yang belum dibuktikan di pengadilan. Namun kritik tentang durasi penerbangan yang sangat singkat dianggap substantif oleh banyak pengamat.
“The funding options to secure Lilium's future have not materialized in time.”
Pernyataan resmi saat mengumumkan insolvensi kedua dan akhir. Nada formal dan singkat, tanpa menyalahkan pihak mana pun secara eksplisit.
“It is a disappointing day for the aviation industry in Germany and Bavaria — and a setback for our business location. Despite intensive negotiations within the coalition, no agreement could be reached on aid for Lilium. For the FDP faction, the chances of federal aid outweighed the risks.”
Köhler menyesalkan kegagalan koalisi mencapai kesepakatan untuk mendukung Lilium, meskipun fraksinya sendiri menilai manfaatnya lebih besar dari risikonya.
“Lilium's closure is a setback, but it may not significantly impact the broader electric aircraft industry. The industry is likely to undergo consolidation, meaning that stronger players might absorb Lilium's technological advancements and human resources.”
Analis industri memberikan perspektif bahwa kegagalan Lilium bukan akhir dari industri eVTOL, tetapi bagian dari konsolidasi yang wajar di sektor teknologi baru.
“Europe's eVTOL leaders — Lilium, Volocopter — are faltering, ceding ground to U.S. rivals like Joby and Chinese rivals like EHang.”
Cecutta menyoroti tren yang lebih luas: dominan eVTOL Eropa berjatuhan sementara pemain AS dan Tiongkok maju. Komentar ini mencerminkan kekhawatiran tentang daya saing industri dirgantara Eropa.
“Lilium was once touted as Europe's best chance at building the 21st-century equivalent of 'cars' that can fly. Its shares have tanked to less than 50 cents — a more than 95% plunge from its stock market debut.”
Framing CNBC menunjukkan kontras dramatis antara ekspektasi awal dan realitas akhir — dari 'harapan terbaik Eropa' menjadi saham yang nyaris tak bernilai.
“None of Lilium's flight demonstrators delivered more than three minutes of test flights over seven years, while competitor Joby flew over 150 miles on its longest eVTOL test flight.”
Perbandingan langsung yang menunjukkan gap performa antara Lilium dan kompetitor. Fakta bahwa selama 7 tahun prototipe tidak pernah terbang lebih dari 3 menit menjadi salah satu kritik paling substantif.
“Insider insists Lilium Jet would have gone the distance but for botched rescue.”
Sumber internal Lilium berkeyakinan bahwa teknologi pesawat sudah cukup matang dan kegagalan disebabkan oleh masalah pendanaan, bukan masalah teknis fundamental. Klaim ini belum terverifikasi independen.
“Defendants overstated the progress of the Company's fundraising activities and the likelihood of obtaining sufficient funding to continue operations.”
Investor yang membeli saham LILM antara Juni-November 2024 menggugat Lilium karena diduga melebih-lebihkan prospek pendanaan. Setidaknya lima firma hukum (Schall Law, Frank R. Cruz, Hagens Berman, Rosen Law, Pomerantz) menyelidiki potensi securities fraud.