Konten disusun AI — bisa keliru. Baca disclaimer lengkap

Kembali ke laporan

Sentimen Publik

iGrow

13 Juni 2026|metode 1.0|Claude — riset web langsung (tanpa Anthropic API)|n=23
Rentang: 1 Juli 202231 Agustus 2025Metodologi

Sentimen mengukur persepsi publik, bukan fakta hukum. Baca metodologi untuk batasan dan bias yang diakui.

Media
Negatif

Liputan media keuangan Indonesia (Katadata, Kontan, Kompas, CNBC Indonesia) membingkai iGrow sebagai bagian klaster gagal bayar fintech agritech — menyoroti TWP90 ~80% dan kerugian lender. Nada dominan kritis terhadap manajemen risiko, dengan pengakuan faktor gagal panen.

Lender/Korban
Negatif

Para pemberi pinjaman ritel menanggung kerugian besar (klaim awal Rp 503,18 miliar) dan menempuh gugatan PMH serta permohonan pailit. Sentimen sangat negatif dan personal — banyak yang merasa tertipu janji imbal hasil 'investasi pertanian'.

Regulator
Negatif

OJK menerbitkan surat peringatan, meminta penghentian pembiayaan, menyelidiki indikasi fraud, dan menjatuhkan sanksi (Agustus 2025). Posisi regulator menegaskan adanya gagal bayar dan kerugian lender yang terkonfirmasi.

Pihak Terdampak
Campuran

Petani dan offtaker berada di pangkal rantai (gagal panen, pembayaran macet). Sentimen campuran: sebagian adalah faktor di luar kendali (cuaca/panen), namun dampaknya memukul lender. Fokus publik lebih pada kerugian lender.

Founder
Campuran

Manajemen iGrow/Modalin menjelaskan faktor pemicu (gagal panen, offtaker macet) dan menekankan upaya penagihan. Komunitas startup menilai ini pelajaran risiko agritech; simpati terbatas di tengah kemarahan lender.

Sosial Media
Negatif

Percakapan daring (komunitas lender P2P) diwarnai kemarahan atas dana macet, peringatan soal risiko pinjol investasi pertanian, dan kekecewaan pada penyelesaian yang lambat. Nada mayoritas negatif.

Kutipan Terpilih

iGrow digugat oleh 40 pemberi pinjaman yang mengaku menelan kerugian senilai Rp 503,18 miliar.
Katadata (profil iGrow)
Lender/Korban

Skala klaim kerugian lender.

OJK menyebut pemicu gagal bayar iGrow antara lain produksi pertanian di bawah target, gagal panen, dan keterlambatan pembayaran offtaker.
Kontan (mengutip OJK)
Regulator

Penjelasan faktor pemicu kredit macet.

Rasio kredit macet agregat (TWP90) iGrow mencapai sekitar 80,18% pada awal 2025.
Katadata (data TWP90)
Media

Indikator mayoritas dana macet.

OJK menjatuhkan sanksi kepada iGrow bersama Crowde dan TaniFund usai pemeriksaan mengonfirmasi gagal bayar.
Warta Ekonomi (via Investing.com)
Regulator

Sanksi administratif OJK.

OJK menyetujui rebranding iGrow menjadi PT LinkAja Modalin Nusantara di tengah upaya memperkuat ketahanan terhadap risiko.
Bisnis.com (laporan rebranding)
Founder

Perubahan kepemilikan/nama di tengah krisis.

OJK menyatakan tengah mendalami indikasi fraud terkait iGrow dan TaniFund.
Law-Justice (mengutip OJK)
Regulator

Penyelidikan dugaan; bukan vonis.

Sekitar 84 lender berencana menggugat PMH dan 8 lainnya menyiapkan permohonan pailit terhadap iGrow.
CNBC Indonesia (update gagal bayar)
Lender/Korban

Eskalasi tekanan hukum lender.

iGrow merem penyaluran pembiayaan dan fokus melakukan penagihan untuk menekan gagal bayar.
Kompas (kronologi kasus)
Media

Upaya manajemen menangani krisis.