Konten disusun AI — bisa keliru. Baca disclaimer lengkap

Kembali ke laporan

Sentimen Publik

PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli)

25 Juni 2026|metode v1.0|Claude Opus 4.6 + web search|n=38
Rentang: 1 Januari 201125 Juni 2026Metodologi

Sentimen mengukur persepsi publik, bukan fakta hukum. Baca metodologi untuk batasan dan bias yang diakui.

Media
Positif

Media bisnis Indonesia (CNBC Indonesia, Bisnis.com, Katadata, Kompas, Tempo) secara konsisten meliput Blibli dengan nada positif-netral. Narasi dominan berkisar pada tiga tema: (1) 'satu-satunya e-commerce lokal yang bertahan' — framing nasionalis yang kuat, (2) pertumbuhan revenue yang konsisten (34% YoY di 2025) dengan tren kerugian menyusut, dan (3) masuknya Blibli ke Fortune Southeast Asia 500 selama tiga tahun berturut-turut. Media internasional (DealStreetAsia) lebih kritis, menyoroti kerugian yang masih besar dan lambatnya path to profitability. Liputan negatif muncul saat PHK 400 karyawan pada Oktober 2025, namun tidak mendominasi narasi keseluruhan. Secara umum, media menghargai strategi omnichannel Blibli sebagai diferensiasi cerdas di pasar yang dikuasai pemain asing.

Founder
Positif

Ekosistem startup dan bisnis Indonesia memandang Blibli dengan rasa hormat — terutama karena ketahanannya melewati era di mana hampir semua e-commerce lokal jatuh atau diakuisisi asing. CEO Kusumo Martanto dihormati sebagai eksekutor yang disiplin dan low-profile — jarang tampil di media tapi dikenal di kalangan industri sebagai operator yang solid. Backing Grup Djarum dipandang positif ('patient capital' yang memungkinkan investasi jangka panjang), meskipun beberapa founder startup independen memandang ini sebagai keunggulan tak adil ('bukan bootstrapped, tapi backed by konglomerat terkaya Indonesia'). Komunitas investor ritel memiliki pandangan beragam terhadap saham BELI — menghargai fundamental yang membaik tapi frustrasi dengan valuasi saham yang stagnan.

Pihak Terdampak
Campuran

Dua kelompok utama dengan sentimen berbeda. Kelompok pertama — pengguna setia Blibli — sangat positif: mereka menghargai garansi produk 100% original, layanan pelanggan yang responsif, pengiriman cepat via BES, dan pengalaman belanja premium. Rating Blibli di Google Play Store konsisten tinggi. Kelompok kedua — pengguna mass-market dan mantan karyawan — kurang positif. Pengguna mass-market melihat Blibli sebagai 'mahal' dibanding Shopee/Tokopedia (lebih sedikit promo, cashback lebih kecil). Karyawan yang terdampak PHK Oktober 2025 (terutama divisi teknologi) mengkritik keputusan restrukturisasi, terutama karena pada 2022 Blibli bangga tidak melakukan PHK saat perusahaan teknologi lain terkena gelombang efisiensi. Pengguna tiket.com dan Ranch Market umumnya positif terhadap integrasi ekosistem Blibli Tiket.

Regulator
Netral

Sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak November 2022, Blibli tunduk pada regulasi OJK dan BEI. Tidak ada isu regulasi signifikan atau sanksi terhadap Blibli — perusahaan beroperasi secara patuh terhadap regulasi e-commerce, perlindungan konsumen, dan pelaporan keuangan publik. Pemerintah Indonesia secara implisit mendukung Blibli sebagai representasi e-commerce lokal yang berhasil, terutama dalam konteks kebijakan proteksi terhadap social commerce (pelarangan transaksi di TikTok Shop pada Oktober 2023, yang kemudian dilonggarkan melalui kemitraan TikTok-Tokopedia). OJK dan BEI memantau kinerja saham BELI sebagai salah satu emiten teknologi utama.

Sosial Media
Campuran

Sentimen sosial media terbelah berdasarkan konteks. Di sisi positif: pengguna yang membeli produk elektronik dan gadget di Blibli sering merekomendasikan platform ini karena jaminan keaslian produk — 'beli di Blibli pasti original' menjadi persepsi yang kuat. Konten creator dan tech reviewer sering menampilkan Blibli sebagai referensi harga resmi. Di sisi negatif: (1) Blibli sering dianggap 'mahal' dan 'kurang promo' dibanding Shopee/Tokopedia, (2) berita PHK Oktober 2025 memicu kritik di Twitter/X dan LinkedIn, terutama dari komunitas tech worker, dan (3) market share yang kecil (4-5% GMV) membuat beberapa netizen mempertanyakan relevansi Blibli di era dominasi TikTok-Tokopedia dan Shopee. Di Reddit dan forum teknologi, sentimen cenderung lebih analitis — mengapresiasi strategi omnichannel tapi mempertanyakan sustainability jangka panjang tanpa profitabilitas.

Kutipan Terpilih

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli menjadi satu-satunya platform e-commerce yang sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh pengusaha lokal. Di tengah maraknya e-commerce lokal mulai dicaplok asing, Blibli jadi satu-satunya yang kini masih 100% milik lokal.
Bisnis.com (laporan investigatif)
Media

Laporan Bisnis.com yang secara eksplisit menyebut Blibli sebagai satu-satunya e-commerce besar Indonesia yang masih dimiliki pengusaha lokal, dengan framing nasionalis yang kuat.

Valuasi Blibli dinilai lebih konservatif dibanding GoTo (82,9x) dan Bukalapak (42,9x) saat IPO — dengan EV/Sales sekitar 4x berdasarkan proyeksi revenue Rp12,6 triliun untuk 2022.
Bisnis.com (analisis pasar)
Media

Analisis perbandingan valuasi IPO e-commerce Indonesia yang menunjukkan Blibli memilih pendekatan lebih konservatif dibanding peers.

Blibli menduduki peringkat 228 di Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026, naik 32 posisi dari tahun sebelumnya. Dalam kategori Internet Service Retailing, Blibli menjadi perusahaan Indonesia dengan peringkat tertinggi.
Tribunnews / Fortune
Media

Pengakuan Fortune atas pertumbuhan Blibli selama tiga tahun berturut-turut di daftar perusahaan terbesar Asia Tenggara.

Pendapatan neto konsolidasi Blibli tumbuh 34% secara tahunan menjadi Rp22,4 triliun di 2025. Rugi tahun berjalan menyusut 9,97% menjadi Rp2,27 triliun dibandingkan Rp2,53 triliun di 2024.
Warta Ekonomi / Investing.com
Media

Laporan keuangan yang menunjukkan dua sisi: pertumbuhan revenue yang kuat tapi kerugian yang masih signifikan meskipun menyusut.

Kusumo Martanto mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen penuh menjadi kebanggaan Tanah Air. Blibli menjadi satu-satunya platform e-commerce milik Indonesia dan kami bertekad mempertahankan itu.
Kusumo Martanto (CEO & Co-Founder Blibli)
Founder

Pernyataan CEO Blibli yang menegaskan komitmen kepemilikan lokal di tengah pertanyaan tentang potensi akuisisi asing.

Blibli menawarkan ekosistem perdagangan omnichannel yang paling komprehensif di Indonesia, mengintegrasikan e-commerce online, toko fisik elektronik, OTA, supermarket premium, dan home & living dalam satu platform terpadu.
Blibli (profil perusahaan resmi)
Founder

Klaim resmi perusahaan tentang positioning omnichannel yang membedakan Blibli dari kompetitor pure-play.

Blibli tertinggal jauh dari e-commerce asing. GMV 2024 hanya 4% dari total pasar. TikTok menguasai 5% GMV, menggeser Blibli.
Selular.ID (analisis pasar)
Media

Analisis yang menyoroti kecilnya market share Blibli di tengah dominasi platform asing — menggeser narasi 'e-commerce lokal terakhir' ke konteks kompetisi yang tidak seimbang.

Blibli melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 400 karyawan. Divisi teknologi disebut sebagai unit yang paling banyak terdampak, selain divisi komersial, marketing, dan unit lainnya.
Tirto.id (liputan PHK)
Pihak Terdampak

Laporan tentang PHK massal di Blibli yang menunjukkan sisi pahit dari restrukturisasi menuju profitabilitas — ironis mengingat Blibli pernah bangga tidak melakukan PHK pada 2022.

Emiten Grup Djarum Blibli (BELI) PHK 270 karyawan, rugi tembus Rp1,84 triliun. Tiket.com juga melakukan PHK 5% karyawan.
Katadata (laporan bisnis)
Pihak Terdampak

Laporan yang menghubungkan PHK dengan kinerja keuangan yang masih merugi, menunjukkan tekanan profitabilitas terhadap keputusan operasional.

Blibli meraih penghargaan Most Reputable Companies Champion 2025 dengan predikat Excellent, Best Social Business Innovation Awards 2025 untuk kategori e-commerce, dan Service Quality Awards 2025 untuk kualitas layanan pelanggan.
Blibli Newsroom
Media

Rangkaian penghargaan sepanjang 2025 yang menunjukkan pengakuan industri terhadap kualitas layanan dan reputasi Blibli.

Kita untung tinggal di Indonesia. Meskipun IPO di saat resesi global, kami yakin ekonomi digital Indonesia masih punya ruang pertumbuhan yang luar biasa.
Kusumo Martanto (CEO Blibli, saat IPO November 2022)
Founder

Pernyataan optimistis CEO Blibli saat IPO di tengah kondisi pasar global yang bergejolak, menunjukkan keyakinan pada potensi pasar domestik.

Blibli keok digeser TikTok Shop. Ekspansi TikTok yang agresif ke industri e-commerce telah sukses menggeser posisi Blibli. TikTok menguasai 5% GMV diikuti oleh Blibli sebesar 4%.
CNBC Indonesia (analisis kompetisi)
Sosial Media

Analisis yang menyoroti bagaimana TikTok Shop berhasil menggeser posisi Blibli dalam pangsa pasar e-commerce Indonesia — menunjukkan tantangan dari social commerce.

Blibli resmi menjadi Apple Authorized Marketplace — satu-satunya marketplace di Indonesia yang mendapat sertifikasi resmi dari Apple untuk menjual produk 100% original dengan garansi resmi.
Blibli Seller Center
Pihak Terdampak

Sertifikasi Apple yang memperkuat positioning Blibli sebagai platform terpercaya untuk produk premium — diferensiasi nyata dari marketplace lain.

Memasuki 2026, Blibli menargetkan pertumbuhan pendapatan neto sebesar 15-20%, yang akan didorong oleh strategi utama perseroan yakni peningkatan margin dan efisiensi struktur biaya secara berkelanjutan.
Ajaib (analisis saham)
Sosial Media

Analisis prospek investasi yang mengutip target perusahaan — menunjukkan bahwa pasar memantau kemampuan Blibli menyeimbangkan pertumbuhan dan efisiensi.

Blibli, tiket.com, dan Ranch Market merger menjadi Blibli Tiket — ekosistem perdagangan omnichannel dan gaya hidup terpadu pertama di Indonesia.
TFR News (laporan merger)
Media

Liputan merger yang membentuk ekosistem Blibli Tiket — dipandang sebagai langkah strategis yang membedakan Blibli dari pemain e-commerce lain di Indonesia.

Pada 2022, Blibli bangga tidak melakukan PHK saat perusahaan teknologi lain terkena gelombang efisiensi massal. Namun pada Oktober 2025, perusahaan melakukan PHK sekitar 400 karyawan — terutama di divisi teknologi.
Uzone.id (liputan PHK)
Sosial Media

Kontras antara posisi Blibli pada 2022 (bangga tidak PHK) dengan realitas 2025 — ironi yang banyak disoroti di media sosial dan menunjukkan tekanan profitabilitas yang semakin besar.