Konten disusun AI — bisa keliru. Baca disclaimer lengkap

Kembali ke laporan

Sentimen Publik

Ajaib Group (PT Takjub Teknologi Indonesia)

18 Juni 2026|metode v1.0|Claude Opus 4.6 + web search|n=38
Rentang: 1 Juni 201818 Juni 2026Metodologi

Sentimen mengukur persepsi publik, bukan fakta hukum. Baca metodologi untuk batasan dan bias yang diakui.

Media
Positif

Media bisnis dan teknologi Indonesia (Kompas, Jakarta Post, CNBC Indonesia, Kontan) serta media internasional (TechCrunch, Jakarta Globe, KrASIA) secara konsisten meliput Ajaib dengan nada positif. Narasi dominan: 'unicorn tercepat di Asia Tenggara', 'mendemokratisasi investasi bagi milenial', 'dari proyek kelas MBA Stanford ke valuasi US$1 miliar.' Ajaib meraih penghargaan Best Online Stock Brokerage (CNBC Indonesia Awards 2022) dan Best Retail Brokerage Firm (2021). Stanford GSB bahkan menjadikan Ajaib sebagai case study resmi. Liputan kritis memang ada — terutama seputar kerugian investasi BNBA (Rp712 miliar), PHK 2022, dan kasus tagihan Rp1,8 miliar di 2025 — tapi secara keseluruhan narasi positif tentang pertumbuhan dan inovasi mendominasi.

Founder
Positif

Ekosistem startup dan VC Indonesia memandang Ajaib sebagai validasi bahwa wealthtech di pasar berkembang bisa mencapai skala unicorn. Alpha JWC Ventures secara publik menyatakan bahwa para founder memiliki 'fundamental mindset yang sangat kuat — bukan sekadar bakar uang.' Insignia Ventures menjadikan Ajaib sebagai case study product-led growth yang dipelajari founder lain. Pencapaian Anderson Sumarli (Forbes 30 Under 30, EY Entrepreneur of The Year) dihormati di komunitas founder. Keputusan founder untuk tidak menggaji diri saat PHK 2022 dianggap sebagai contoh langka integritas di ekosistem startup Indonesia. Beberapa suara kritis datang dari founder yang menganggap investasi BNBA sebagai keputusan yang terlalu ambisius dan di luar kompetensi inti.

Pihak Terdampak
Campuran

Pengguna terbagi. Kelompok mayoritas (investor pemula dan milenial) sangat positif: rating App Store 4.1/5 (18.000 ulasan) dan Google Play 4.2/5 (127.000 ulasan) menunjukkan kepuasan umum. Fitur yang diapresiasi: onboarding cepat (verifikasi RDN ~3 jam), tampilan intuitif, fee rendah, dan konten edukasi. Namun kelompok vokal mengkritik: delay harga 10-15 detik untuk day trader, fitur analisis terbatas dibanding kompetitor (Stockbit), respons customer service lambat untuk kasus kompleks, dan portofolio yang kadang menghilang sementara. Kasus tagihan Rp1,8 miliar pada Juni 2025 menjadi flashpoint besar: nasabah yang mengklaim membeli saham Rp1 juta tetapi ditagih Rp1,8 miliar, viral di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran tentang fitur trade limit. 67 karyawan yang di-PHK pada 2022 juga merupakan kelompok terdampak, meskipun paket kompensasi dinilai relatif baik.

Regulator
Positif

OJK dan BEI memiliki hubungan konstruktif dengan Ajaib. BEI secara aktif berkolaborasi melalui program Generasi Saham — menunjukkan bahwa regulator melihat Ajaib sebagai mitra dalam meningkatkan jumlah investor ritel (target nasional). Ajaib tercatat sebagai anggota resmi BEI, KPEI, dan KSEI, serta memperoleh sertifikasi ISO 27001. OJK mengawasi tiga entitas operasional Ajaib (sekuritas, reksa dana, kripto) tanpa catatan sanksi publik yang signifikan. Pada kasus tagihan Rp1,8 miliar, BEI menyatakan tidak ditemukan kesalahan teknis di sistem dan akan terlibat jika tidak ada resolusi antar pihak — respons yang netral namun menunjukkan oversight aktif.

Sosial Media
Campuran

Sentimen sosial media terbelah berdasarkan konteks dan timing. Secara umum, Ajaib memiliki brand recognition yang kuat di kalangan investor ritel muda — banyak yang pertama kali mengenal investasi saham melalui Ajaib. Kisah Anderson Sumarli dari Stanford ke unicorn tercepat menjadi narasi inspiratif yang sering dibagikan. Namun dua insiden menciptakan gelombang negatif signifikan: (1) kasus tagihan Rp1,8 miliar pada Juni 2025 yang viral dan memicu diskusi luas tentang risiko trade limit, dan (2) perbandingan konstan dengan Stockbit yang dianggap lebih unggul dalam fitur analisis dan komunitas. Di forum investasi, Ajaib sering dipuji untuk kemudahan penggunaan tapi dikritik untuk kedalaman fitur. Investor berpengalaman cenderung memilih Stockbit, sementara investor pemula lebih nyaman di Ajaib.

Kutipan Terpilih

Ajaib menjadi unicorn fintech investasi pertama di Asia Tenggara. Dalam dua setengah tahun, startup ini mencapai valuasi US$1 miliar — menjadikannya startup tercepat yang meraih status tersebut di kawasan ini.
Jakarta Globe (laporan eksklusif Series B)
Media

Liputan utama Jakarta Globe saat Ajaib mengumumkan pendanaan Series B US$153 juta. Framing sangat positif, menekankan rekor kecepatan pencapaian unicorn.

Ajaib grew net revenue 152% and crossed into profit for the first time. Ajaib's first profitable year arrived because it stopped treating its user base as a commission pool and started treating it as a lending opportunity.
Foundry Collective (analisis industri wealthtech Indonesia)
Media

Analisis Foundry Collective tentang pencapaian profitabilitas pertama Ajaib pada 2025. Menyoroti pivot strategis ke margin lending sebagai kunci profitabilitas.

Investasi Ajaib di Bank Bumi Arta mencatatkan kerugian hingga Rp712 miliar akibat penurunan signifikan harga saham BNBA.
Bloomberg Technoz (laporan keuangan)
Media

Laporan Bloomberg Technoz tentang kerugian investasi Ajaib di BNBA. Salah satu liputan kritis utama terhadap keputusan diversifikasi Ajaib ke perbankan digital.

Para founder Ajaib memiliki fundamental mindset yang sangat kuat sejak awal — bukan sekadar bakar uang untuk mendapatkan pengguna, tapi membangun strong fundamentals.
Alpha JWC Ventures (investor utama, pernyataan publik)
Founder

Pernyataan Alpha JWC tentang alasan investasi di Ajaib. Menyoroti disiplin finansial founder sebagai diferensiator dari startup lain yang hanya mengejar pertumbuhan.

Kami tidak hanya membangun platform investasi — kami membangun kebiasaan investasi bagi generasi yang sebelumnya tidak punya akses. Ajaib ingin menjadi partner investasi jangka panjang, bukan sekadar digital stock brokerage.
Anderson Sumarli (Co-Founder & CEO, wawancara Insignia Ventures)
Founder

Filosofi inti Anderson Sumarli tentang misi Ajaib yang melampaui sekadar platform trading — membangun habit investing di kalangan first-time investor Indonesia.

Untuk memastikan kesiapan perusahaan dalam menghadapi kondisi makroekonomi yang tidak pasti, kami terpaksa melakukan perampingan yang berdampak pada 67 karyawan. Manajemen secara sukarela memotong gaji, dan para pendiri tidak menerima gaji sama sekali.
Ajaib Group (pernyataan resmi, November 2022)
Founder

Pernyataan resmi Ajaib saat mengumumkan PHK di tengah tech winter. Menunjukkan transparansi dan sacrifice dari level tertinggi.

Ajaib cocok untuk investor milenial dan Gen Z yang familiar dengan teknologi, investor pemula yang ingin platform simpel dan modern, serta mereka yang mengutamakan kemudahan akses dan user experience.
Kawula.id (review platform investasi 2025)
Pihak Terdampak

Review platform investasi independen yang merekomendasikan Ajaib untuk investor pemula. Rating 4.2/5 di Google Play dari 127.000 ulasan menunjukkan kepuasan umum.

Saya beli saham BBTN 9 lot senilai Rp1 juta, tapi saya dapat tagihan Rp1,8 miliar. Ini gila banget. Saya datang ke Ajaib untuk nabung saham, bukan untuk pinjam uang. Tapi saya diperlakukan seperti penunggak utang yang dikejar debt collector.
Nyoman Triatmaja Putra (nasabah Ajaib, keluhan viral Juni 2025)
Pihak Terdampak

Keluhan nasabah yang viral di media sosial dan diliput Tempo, Kompas, dan Tribunnews. Menimbulkan pertanyaan serius tentang transparansi fitur trade limit dan perlindungan investor pemula.

Berdasarkan investigasi internal, transaksi dilakukan dari perangkat terdaftar dengan prosedur autentikasi standar. Tidak ditemukan gangguan sistem maupun penyalahgunaan akun. Sesuai regulasi BEI, kami tidak berwenang membatalkan atau mengubah transaksi yang dieksekusi pengguna melalui sistem.
Abraham Imamat (Senior Legal Manager Ajaib Sekuritas)
Pihak Terdampak

Respons resmi Ajaib terhadap kasus tagihan Rp1,8 miliar. Menunjukkan posisi perusahaan yang berdasarkan log teknis dan regulasi BEI.

BEI akan berkomunikasi dan berpotensi melakukan investigasi jika tidak ada resolusi antara pihak terkait. Berdasarkan hasil pengecekan, tidak ditemukan kesalahan teknis di aplikasi Ajaib terkait transaksi tersebut.
Bursa Efek Indonesia (pernyataan resmi, Juli 2025)
Regulator

Respons BEI terhadap kasus tagihan Rp1,8 miliar. Bersifat netral — tidak menemukan kesalahan teknis tapi tetap membuka kemungkinan investigasi lebih lanjut jika tidak ada resolusi.

Ajaib tercatat sebagai anggota resmi Bursa Efek Indonesia, KPEI, dan KSEI, serta berizin dan diawasi oleh OJK. Perusahaan telah mengadopsi standar internasional ISO 27001 dan secara rutin menjalani audit oleh lembaga independen.
Review Ajaib Sekuritas (kompilasi data legalitas 2026)
Regulator

Data legalitas dan compliance Ajaib yang menunjukkan hubungan baik dengan ekosistem regulasi pasar modal Indonesia.

Ajaib memiliki antarmuka yang paling sederhana di antara platform investasi. Verifikasi RDN bisa selesai dalam 3 jam, lebih cepat dari kompetitor. Tapi fitur analisis lanjutannya masih terbatas dibanding Stockbit untuk trader berpengalaman.
Perbandingan platform investasi (review independen 2026)
Sosial Media

Sentimen representatif dari komunitas investor di forum review — mengapresiasi kemudahan Ajaib tapi mengakui keterbatasan fitur analisis dibanding Stockbit.

Ajaib menjangkau 7 juta investor dengan 80% pertumbuhan dari luar Jabodetabek. Program Generasi Saham bersama BEI telah menjangkau 26 kota dari Jakarta hingga Papua, fokus pada daerah dengan literasi keuangan rendah.
SWA Magazine (liputan ekspansi regional)
Sosial Media

Apresiasi terhadap keberhasilan Ajaib menembus pasar di luar kota besar — menunjukkan demokratisasi investasi yang genuine, bukan sekadar jargon marketing.

Fitur trade limit di Ajaib memungkinkan pembelian saham melebihi saldo tersedia — ini seperti margin lending otomatis. Bagi investor pemula yang tidak paham risikonya, fitur ini bisa sangat berbahaya. Seharusnya ada peringatan yang jauh lebih jelas.
Tribunnews (analisis fitur trade limit setelah kasus viral)
Sosial Media

Kritik terhadap kurangnya transparansi fitur trade limit Ajaib, dipicu oleh kasus nasabah yang ditagih Rp1,8 miliar. Menimbulkan diskusi tentang perlindungan investor pemula di platform digital.